Vietnam Vonis 4 Pelaku Kematian 39 Mayat di Inggris

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 08:39 WIB
Vietnam menjatuhi vonis 2,5 hingga 7 tahun penjara terhadap empat pelaku kematian 39 mayat yang ditemukan di dalam truk di Inggris. Ilustrasi vonis hakim. (Foto: iStockphoto/Zolnierek)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vietnam telah memenjarakan empat pelaku yang terlibat dalam kematian 39 migran di dalam truk berpendingin di Inggris.

Pengadilan di Provinsi Ha Tinh tengah, Vietnam pada Senin (14/9) menjatuhi hukuman mulai dari 2,5 hingga tujuh tahun penjara terhadap empat terdakwa.

Mengutip AFP, keempat pelaku dinyatakan bersalah karena mengatur dan menjadi perantara emigrasi ilegal. Sementara itu tiga orang lainnya telah dijatuhi hukuman percobaan.


Nguyen Dinh Gia, orang tua Luong yang menjadi korban tewas mengatakan para pelaku seharusnya tidak dijatuhi hukuman penjara meski terlibat dengan membantu para imigran.

"Orang-orang yang terlibat hanya berusaha membantu, tetapi terjadi kecelakaan. Dia (Luong) adalah orang dewasa yang membuat keputusan sendiri dan ikut dalam perjalanan ini secara sukarela, dengan tujuan untuk memperbaiki hidupnya, menghasilkan uang untuk mengentaskan kemiskinan," ujarnya.

Sebanyak 31 pria dan delapan wanita warga Vietnam ditemukan tewas dalam sebuah truk berpendingin di kawasan industri Essex, Inggris pada Oktober 2019.

"Semua hasil pemeriksaan post-mortem telah selesai dan kami menunggu laporan akhir untuk semua korban," jelas kepolisian Essex dalam pernyataan resmi tahun lalu.

"Penyebab kematian korban yang berada di dalam truk karena hipoksia (kekurangan oksigen) dan hipertermia (terlalu panas) saat berada di ruang tertutup."

Truk yang membawa para korban - termasuk dua anak laki-laki berusia 15 tahun - tiba dengan kapal feri dari pelabuhan Zeebrugge di Belgia pada 23 OKtober 2019 dini hari. Hasil otopsi mengungkap para korban meninggal karena kekurangan oksigen dan kepanasan.

Pihak kepolisian mengatakan para korban merupakan imigran ilegal yang dibawa menggunakan truk menuju London demi mengubah nasib dan kondisi perekonomian di negara asal.

"Truk diyakini digunakan untuk memfasilitasi imigran ilegal melalui jalur pelabuhan Purefleet. Kami percaya orang-orang ini mengetahui info perjalanan para imigran untuk membantu proses penyelidikan," tulis polisi dalam pernyataannya.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]