Arab Saudi Akan Mulai Kembali Umrah untuk Jemaah Lokal

CNN Indonesia | Rabu, 16/09/2020 15:37 WIB
Arab Saudi dilaporkan akan memulai kembali ibadah umrah, hanya untuk jemaah domestik atau warga negara asing yang sudah berada di wilayah Kerajaan. Arab Saudi dilaporkan akan memulai kembali ibadah umrah hanya untuk jemaah lokal. (AFP/ABDEL GHANI BASHIR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi dilaporkan akan memulai kembali ibadah umrah dalam waktu dekat. Berdasarkan laporan kantor berita setempat, Saudi Gazette, umrah hanya diizinkan untuk jemaah domestik atau warga negara asing yang sudah berada di wilayah Kerajaan.

Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, jemaah haji domestik akan diizinkan untuk menunaikan ibadah haji asalkan memenuhi syarat dan ketentuan tertentu. 

Para jemaah wajib membawa sertifikat medis untuk menunjukkan bahwa mereka dinyatakan negatif virus corona. Pembukaan pintu umrah juga kata sang sumber akan dilakukan sejalan dengan langkah pencegahan dan protokol pencegahan virus corona.


Dalam waktu dekat Kementerian Haji dan Umrah Saudi akan mengumumkan syarat dan ketentuan umrah tersebut.

Sumber itu mengatakan bahwa akan ada aplikasi seluler yang menentukan tanggal dan waktu pelaksanaan ibadah haji oleh setiap jemaah. Sementara izin umrah akan dikeluarkan oleh otoritas terkait kepada mereka yang memenuhi syarat dan ketentuan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah untuk Urusan Haji Hussein Al-Sharif mengaku kementerian sedang mengevaluasi pengalaman keberhasilan melaksanakan ibadah haji di tengah pandemi corona.

Dia mengatakan kementerian akan memanfaatkan pengalaman sukses itu dalam menerapkan langkah-langkah kesehatan dan peraturan ketat untuk musim umrah mendatang.

Sebelumnya Arab Saudi disebut akan mengumumkan rencana membuka izin pelaksanaan umrah secara bertahap. Kebijakan itu dilakukan setelah kerajaan mencabut sebagian penangguhan penerbangan internasional mulai Selasa (15/9).

Arab Saudi diketahui menangguhkan umrah sepanjang tahun sejak Maret demi mencegah penyebaran virus corona ke kota-kota paling suci umat Islam.
Saudi juga mengurangi jumlah jemaah yang diperbolehkan melakukan ibadah haji pada akhir Juli lalu. 

Saat itu, hanya 10 ribu jemaah yang diperbolehkan melakukan ibadah haji tahunan. Padahal tahun lalu, 2,5 juta umat yang berpartisipasi dalam ziarah itu.

Sementara itu, pihak kerajaan juga akan mengakhiri semua pembatasan transportasi udara, darat dan laut untuk warga Saudi "setelah 1 Januari" tahun depan. Namun, pihak kementerian tidak memberikan tanggal pasti kapan pembatasan itu diangkat, seperti dikutip AFP.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]