Genghis, Sekolah Bodyguard Profesional buat Orang Kaya China

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 20/09/2020 17:21 WIB
Akademi Keamanan Genghis menjadi satu-satunya sekolah bagi mereka yang dididik untuk menjadi pengawal khusus di China. Akademi Keamanan Genghis menjadi satu-satunya sekolah bagi mereka yang dididik untuk menjadi pengawal khusus di China. (AFP/WANG ZHAO)
Jakarta, CNN Indonesia --

China menjadi salah satu negara maju yang dihuni oleh banyak orang berpendapatan tinggi. Tak heran jika profesi pengawal pribadi yang memiliki kompetensi sangat diperlukan untuk mengamankan diri dari ancaman.

Tak hanya mengandalkan polisi, sebagian besar orang-orang kaya di China mengandalkan pengawal khusus dari perusahaan swasta. Salah satu perusahaan yang melahirkan para pengawal pribadi berkompeten ini adalah Akademi Keamanan Genghis.

Melansir AFP, Genghis adalah satu-satunya sekolah bagi mereka yang dididik untuk menjadi pengawal khusus di China. Terletak di timur kota Tianjin, setiap hari siswa dengan setelan jas hitam dilatih dari fajar hingga tengah malam di sekolah itu.


Tak main-main, biaya pendidikan untuk menjadi pengawal orang kaya di China terbilang mahal. Satu siswa dikenakan biaya hingga US$2.500 atau sekitar Rp37 juta (kurs Rp14.835). Meski demikian, setiap pengawal peribadi bisa memperoleh gaji hingga US$3 ribu atau Rp44,5 juta per bulan.

Pendiri Akademi Keamanan Genghis, Chen Yongqing mengklaim bahwa tak mudah untuk bisa lulus dari sekolahnya. Hanya yang terbaik yang berhasil. Betapa tidak, standar kedisiplinan di Gengis diklaim lebih ketat daripada pendidikan militer.

"Saya pemarah dan sangat menuntut," kata Yongqing. "Hanya dengan tegas kita dapat mengembangkan setiap pedang yang baik. Jika kamu tidak menempanya dengan baik, pedang itu akan patah dengan sendirinya."

Yongqing menyampaikan, sekitar setengah dari siswa di sekolah yang didirikannya pada tahun 2008 adalah mantan militer.

Bentuk latihan di sekolah itu beragam. Misalnya, memegang senjata dan mengamankan seorang klien ke lokasi aman ketika mendapat ancaman. Selain itu, para siswa juga dilatih bela diri.

Saat pelatihan berlangsung, ponsel para siswa disita. Layaknya asrama, mereka makan bersama di sebuah ruangan yang memasang foto sejumlah alumni yang telah mengawal sederet orang-orang kelas atas di China, misalnya pemilik Alibaba, Jack Ma hingga presiden Perancis saat menyambangi China.

"Kami telah menetapkan standar pengawal China," kata instruktur Ji Pengfei.

Pengfei menuturkan, siswa bisa diberi sanksi push-up hingga 50 kali jika gagal dalam sebuah latihan. Sedangkan senjata yang digunakan dalam latihan adalah palsu karena China melarang kepemilikan senjata api. Untuk pelatihan senjata api langsung, siswa dibawa ke Laos.

Mengutip Time, lebih dari 2 ribu siswa telah lulus dari sekolah ini selama kursus empat pekan. Siswa lulusan Genghis terbagi ke dalam dua kategori, yakni atlet profesional yang akan pensiun dan anggota militer China.

(panji/asr)

[Gambas:Video CNN]