Polisi Tangkap 2 Jurnalis saat Demo Penembakan Breonna Taylor

Associated Press, CNN Indonesia | Jumat, 25/09/2020 10:20 WIB
Polisi menangkap dua jurnalis The Daily Caller dalam aksi protes pasca kematian wanita kulit hitam, Breonna Taylor. Polisi Kentucky tangkap dua jurnali saat demo kematian wanita kulit hitam, Breonna Taylor. (Foto: AP/John Minchillo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Kentucky, Amerika Serikat menangkan dua jurnalis situs berita daring, The Daily Caller dalam aksi protes menuntut keadilan pasca penembakan wanita kulit hitam, Breonna Taylor.

Pihak media mengatakan kedua jurnalis itu melakukan pekerjaan mereka secara damai ketika polisi menahan mereka pada Rabu (23/9) malam. Tidak ada penjelasan rinci terkait penangkapan kedua jurnalis tersebut.

Mengutip Associated Press, pada Kamis (24/9), polisi mengkonfirmasi bahwa jurnalis Shelby Talcott didakwa karena tidak membubarkan diri dalam pertemuan yang melanggar hukum.


Sementara rekannya, Jorge Ventura didakwa karena tidak membubarkan diri dan melanggar jam malam.

Aksi protes terjadi di sejumlah kota di seluruh Amerika Serikat, termasuk Louisville, New York, Boston, Washington, hingga Los Angeles pada Rabu (23/9). Pedemo menuntut keadilan saat pengajuan dakwaan terhadap satu polisi yang terlibat dalam penembakan Taylor.

Aksi demo menentang putusan juri atas pelaku kematian Taylor juga terjadi di New York, Chicago, Washington, Atlanta, dan Philadelphia.

Demo berakhir ricuh itu terjadi setelah jaksa penuntut menyatakan dua polisi yang menembak Taylor dinyatakan tidak bersalah. Kedua petugas dinyatakan telah dibenarkan menggunakan kekerasan untuk melindungi diri setelah terlibat baku tembak dengan kekasih Taylor.

Satu-satunya dakwaan dikenakan kepada Brett Hankinson, yang dikenai tiga dakwaan yakni membahayakan secara ceroboh karena menembak ke dalam rumah di sebelah rumah Taylor di mana terdapat orang di dalamnya.
 
Biro Investigasi Federal (FBI) masih menyelidiki potensi pelanggaran hukum federal sehubungan dengan penggerebekan di rumah Taylor pada 13 Maret.

Taylor (26) adalah seorang pekerja di fasilitas darurat medis. Dia ditembak beberapa kali oleh petugas polisi kulit putih yang memasuki rumahnya dengan surat perintah larangan ketukan dalam penyelidikan narkotika.

Pacar Taylor, Kenneth Walker, melepaskan tembakan ketika polisi menerobos masuk. Dia juga memukul Mattingly. Walker mengatakan kepada polisi bahwa dia mendengar ketukan tapi dia tidak tahu siapa yang masuk dan menembak untuk membela diri.

(ans/evn)

[Gambas:Video CNN]