Trump-Biden Respons Demo Putusan Juri Atas Kematian Taylor

Associated Press, CNN Indonesia | Kamis, 24/09/2020 12:15 WIB
Kandidat presiden Donald Trump dan pasangan Joe Biden-Kamala Harris merespons aksi demo dan penembakan terhadap polisi atas kematian Breonna Taylor. Kandidat presiden Joe Biden dan Donald Trump merespons gelombang demo kematian Breonna Taylor. (Foto: AP/)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasangan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden dan Kamila Harris merespons gelombang aksi demonstrasi pasca putusan dewan juri atas kematian wanita kulit hitam, Breonna Taylor. Dalam cuitannya, Presiden Trump juga menaruh perhatian pada gelombang demo tersebut.

Biden menyerukan reformasi kepolisian sebagai respons atas keputusan dewan juri Kentucky yang tidak mendakwa petugas polisi atas tuduhan kematian Taylor.

"Kami tidak perlu menunggu keputusan akhir dari penyelidikan itu untuk berbuat lebih banyak untuk memberikan keadilan bagi Breonna," ujar Biden dalam keterangan resmi.


"Kita perlu mulai dengan mengatasi penggunaan kekuatan yang berlebihan, melarang chokehold, dan merombak surat perintah larangan mengetuk," ujarnya menambahkan.

Biden juga mengatakan jika kabar meninggalnya Taylor merupkan peristiwa tragis yang menyisakan duka bagi orang tua, keluarga, dan masyarakat. Ia juga mempertanyakan keadilan yang seharusnya bisa diterapkan secara setara di Amerika.

"Breonna Taylor adalah putri tercinta, anggota komunitas, dan pekerja penting yang bertugas sebagai EMT saat Covid-19 mulai menyebar. Tapi dia meninggal, ditembak di rumahnya sendiri oleh polisi. Apakah keadilan bisa diterapkan secara setara di Amerika," ungkapnya

Senada, wakil presiden pasangan Biden, Kamala Harris juga menyerukan reformasi sistem keadilan.

"Kita tidak boleh berhenti menyebut nama Breonna saat kita bekerja untuk mereformasi sistem peradilan kita, termasuk merombak surat perintah larangan mengetuk," tulis Harris dalam cuitannya.

Police and protesters converge during a demonstration, Wednesday, Sept. 23, 2020, in Louisville, Ky. A grand jury has indicted one officer on criminal charges six months after Breonna Taylor was fatally shot by police in Kentucky. The jury presented its decision against fired officer Brett Hankison Wednesday to a judge in Louisville, where the shooting took place. (AP Photo/John Minchillo)Aksi demo pasca putusan pelaku penembakan Breonna Taylor. (Foto: AP/John Minchillo)

Sementara itu, Presiden Trump dalam cuitannya menaruh simpati pada polisi yang menjadi korban penembakan saat terjadi demo di Louisville, Kentucky.

"Pemerintah Federal berdiri di belakang Anda dan siap membantu," cuit Trump pada Rabu (23/9) malam. Ia juga mengatakan telah berbicara dengan Gubernur Kentucky Andy Beshaerar dan siap 'bekerja sama' jika diminta.

Gelombang protes atas putusan juri yang menyatakan penembak Taylor tak bersalah telah memicu amarah di Louisville, Kentucky, Chicago, New York, hingga Washington.

Dua petugas polisi di lokasi penembakan Taylor dilaporkan tertembak ketika aksi protes berakhir ricuh. Kedua polisi kini dalam keadaan stabil dan dalam proses pemulihan, seorang tersangka penembak dikabarkan telah diamankan.

Taylor (26) adalah seorang pekerja di fasilitas darurat medis. Dia ditembak beberapa kali oleh petugas polisi kulit putih yang memasuki rumahnya dengan surat perintah larangan ketukan dalam penyelidikan narkotika pada 13 Maret lalu.

Pacar Taylor, Kenneth Walker, melepaskan tembakan ketika polisi menerobos masuk. Dia juga memukul Mattingly. Walker mengatakan kepada polisi bahwa dia mendengar ketukan tapi dia tidak tahu siapa yang masuk dan menembak untuk membela diri.

Dewan juri Kentucky mengajukan tuntutan terhadap polisi atas kematian Taylor. Jaksa penutut membenarkan aksi dua petugas yang melepaskan tembakan sebagai upaya melindungi diri.

Jaksa hanya menjatuhi tiga tuduhan pada Brett Hanison yaki "membahayakan secara ceroboh" atas tembakan yang dia lancarkan ke apartemen sebelah rumah Taylor. Dia dipecat dari kepolisian dan bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara untuk setiap tuduhan jika terbukti bersalah.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]