Trump Enggan Kutuk Supremasi Kulit Putih Saat Debat

CNN Indonesia | Rabu, 30/09/2020 15:30 WIB
Calon presiden petahana Amerika Serikat Donald Trump enggan mengutuk supremasi kulit putih dalam debat perdana pilpres. Donald Trump saat debat pertama Pilpers AS. (AFP/SAUL LOEB)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon presiden petahana Amerika Serikat Donald Trump enggan mengutuk supremasi kulit putih. Supremasi selama ini kerap dituding sebagai biang masalah rasialisme yang bergejolak di AS.

Hal tersebut dia ungkapkan dalam debat perdana capres AS yang berlangsung di Case Western Reserve University, Selasa malam (29/9) waktu lokal.

Dia berkata bahwa kekerasan bukan masalah yang disebabkan oleh suatu kaum tertentu.


"Apakah Anda siap untuk mengutuk supremasi kulit putih dan meminta mereka mundur selama demonstrasi yang sedang berlangsung di seluruh negeri," kata moderator debat Chris Wallace bertanya kepada Trump dilansir dari CNN.

Trump mengaku bersedia meminta mereka mundur namun menegaskan bahwa kekerasan pada protes bukanlah masalah yang disebabkan oleh kaum konservatif.

"Tentu, saya bersedia (memberi tahu mereka untuk mundur), tetapi saya akan mengatakan hampir semua yang saya lihat adalah dari sayap kiri, bukan dari sayap kanan. Saya bersedia melakukan apa saja. Saya ingin melihat perdamaian," kata Trump.

Sementara calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden nampak memancing Trump. Dia berulang kali bilang "Katakan. Lakukan. Katakan," saat Trump mengomentari hal tersebut.

Trump balik bertanya kepada Wallace; "Siapa yang Anda ingin saya kutuk?"

"Proud Boys mundur dan bersiaplah. Tapi aku akan memberitahumu apa. Aku akan memberitahumu apa. Seseorang harus melakukan sesuatu tentang Antifa dan kiri karena ini bukan masalah sayap kanan."

Anggota Proud Boys, kelompok sayap kanan, terlihat mengenakan seragam kaus polo hitam dan kuning di beberapa kampanye Trump.

CNN telah melaporkan tentang bagaimana supremasi kulit putih telah menyamar sebagai kelompok Antifa melalui sebuah akun media sosial, menyerukan kekerasan.

Sebelum diketahui akun tersebut dijalankan oleh supremasi kulit, Donald Trump Jr., putra Presiden, mengarahkan 2,8 juta pengikut Instagram-nya ke akun tersebut sebagai contoh betapa berbahayanya Antifa.

Biden Panggil Trump 'Clown'

Sementara itu, saat debat berlangsung, Joe Biden sempat memanggil Trump 'clown'. Panggilan tersebut dilontarkan Biden yang gerah karena kerap disela oleh Trump dalam setiap kesempatannya bicara.

"Sulit untuk mengeluarkan kata apa pun dengan badut (clown) ini (terus menyela), maafkan saya, orang ini," kata Biden saat diminta moderator debat Chris Wallace untuk memberikan pernyataan final dalam salah satu sesi debat.

Debat perdana berlangsung sengit, Trump hampir di semua kesempatan memotong Biden dengan pernyataannya. Ini membuat Wallace harus masuk menengahi dalam sepanjang debat.

Meski telah diminta untuk berhenti memotong Biden, namun Trump berkeras terus menyerang lawan politiknya tersebut.

"Ini adalah akhir dari sesi ini dan kita akan beralih," kata Wallace menengahi sebelum Trump memotong karena tak setuju sesi berakhir sebelum Biden menjawab pertanyaan soal anaknya, Hunter Biden.

"Tidak, berhenti, saudara (gentlemen)," potong Wallace dengan nada tinggi berusaha menghentikan protes Trump. "Kita punya 6 segmen, kita selanjutnya akan punya segmen yang tak terinterupsi jadi kalian bisa mengatakan apa pun yang kau mau," tutur Wallace.

(ndn/wel/dea)

[Gambas:Video CNN]