PM Spanyol Ancam Berlakukan Darurat Corona di Madrid

CNN Indonesia | Jumat, 09/10/2020 22:30 WIB
Pemerintah Spanyol telah mengeluarkan ancaman untuk memberlakukan darurat virus corona di Ibu Kota, Madrid. Ilustrasi virus corona di Spanyol. (AP/Bernat Armangue)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Spanyol telah mengeluarkan ancaman untuk memberlakukan darurat virus corona di Ibu Kota, Madrid. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez mengadakan pertemuan darurat Kabinet pada hari Jumat (9/10) pagi untuk mempertimbangkan hal tersebut.

Adapun rapat itu dilakukan setelah pengadilan Madrid membatalkan permintaan pemerintah pusat untuk memberlakukan penguncian sebagian di Madrid dan wilayah pinggiran.

Seperti dikutip Associated Press, keputusan itu memihak pejabat regional Madrid yang telah mengajukan banding atas rencana pemerintah pusat itu.


Para hakim menilai pembatasan perjalanan masuk dan keluar kota mungkin diperlukan untuk melawan penyebaran virus corona, namun di bawah kerangka hukum saat ini kebijakan itu dianggap melanggar "hak-hak dasar" penduduk.

Pemerintah pusat mengatakan bahwa pada Kamis (8/10) malam waktu setempat Sánchez telah berbicara melalui telepon dengan kepala daerah Madrid Isabel Díaz Ayuso dan memberinya ultimatum.

Sánchez memberi tahu Ayuso jika dirinya tidak segera memberlakukan pengetatan, maka pemerintah pusat akan mengambil alih dan menerapkannya sendiri.

Keadaan darurat corona diketahui dapat memberi pemerintah pusat kekuasaan yang luar biasa pada saat krisis untuk sementara waktu membatasi hak konstitusional warga negara.

Jika diberlakukan maka pergerakan penduduk Madrid dan beberapa kota di dekatnya akan dibatasi sesuai protokol kesehatan.

Keadaan darurat corona nasional di Spanyol, dimulai dengan larangan keluar rumah yang diterapkan oleh pemerintah pusat dari Maret hingga Juni dan berhasil mengendalikan gelombang pertama virus corona.

Kebijakan itu pun dicabut karena kecamuk virus mulai mereda. Beberapa daerah telah mendapatkan kembali kendali atas kebijakan kesehatan dan respons mereka dalam pengendalian wabah yang bervariasi.

Beberapa daerah telah menerapkan penguncian di sekitar area atau kota yang penduduknya masih terinfeksi virus.

Madrid dalam 14 hari terakhir memiliki jumlah kasus positif corona sebanyak 591 per 100.000 penduduk, lebih dari dua kali lipat rata-rata nasional Spanyol.

Pertengkaran antara pemerintah yang dipimpin konservatif Madrid dan Sánchez, pemimpin Partai Sosialis, telah membuat marah banyak warga Spanyol.

Penduduk menyesalkan alih-alih serius menangani pandemi, pemerintah pusat Spanyol dan pemerintah daerah Madrid malah ribut dalam pertempuran politik.

(ndn/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK