Joe Biden Sindir Donald Trump Soal Supremasi Kulit Putih

CNN Indonesia | Sabtu, 17/10/2020 07:21 WIB
Joe Biden masih menyinggung soal keengganan Donald Trump soal supremasi kulit putih yang marak di Amerika Serikat sebagai hal yang Joe Biden masiih menyinggung soal keengganan Donald Trump soal supremasi kulit putih yang marak di Amerika Serikat sebagai hal yang
Jakarta, CNN Indonesia --

Capres AS dari Partai Demokrat, Joe Biden, dalam pidatonya di Michigan, menyindir keengganan Donald Trump mengecam supremasi kulit putih sebagai hal yang "menakjubkan".

Biden menyampaikan hal tersebut di samping Gubernur Gretchen Whitmer, kritikus tajam Donald Trump yang baru-baru ini menjadi target upaya penculikan oleh kelompok sayap kanan bersenjata.

"Jangan salah, itulah mereka, teroris domestik," kata Bien kepada sekelompok 20 tamu dan reporter di kota Southfield, 18 hari jelang pemilihan umum AS.


"Itu jenis perilaku yang mungkin kalian duga dari ISIS. Itu seharusnya mengejutkan hati nurani setiap orang Amerika. Setiap orang Amerika, dan kegagalan untuk mengutuk orang-orang ini sungguh menakjubkan," lanjutnya.

Ketika rencana upaya penculikan tersebut diungkap ke publik pada 8 Oktober lalu, Presiden Trump dalam kicauannya tak menunjukkan rasa simpati soal kasus itu.

"Dari pada mengucapkan terima kasih, dia menyebut saya supremasi kulit putih," celoteh Trump.

"Saya tidak mentoleransi kekerasan ekstrem apapun," tegasnya.

Dalam debat capres pertama pada 29 September lalu, Trump juga membuat banyak penduduk Amerika marah ketika ia menolak mencela kelompok supremasi kulit putih.

Namun Trump justru berbicara kepada kelompok nasionalis sayap kanan yang ia sebut sebagai Proud Boys dengan ucapan "mundur dan bersiaplah".

Kelompok tersebut kemudian mengadopsi kata-kata Trump sebagai bagian dari logo baru mereka.

Dua hari setelahnya, dalam Town Hall Meeting, Trump mengatakan bahwa ia sebenarnya mengutuk semua jenis supremasi kulit putih.

"Saya mengecam supremasi kulit putih. Saya mengecam supremasi kulit putih selama bertahun-tahun, tetapi Anda selalu memulai dengan pertanyaan," tuturnya kepada moderator NBC saat ditanya terkait hal tersebut dilansir dari CNN, Jumat (16/10).

(AFP/end)

[Gambas:Video CNN]