Arab Saudi Kembali Izinkan Jemaah Salat di Masjidil Haram

CNN Indonesia | Senin, 19/10/2020 11:22 WIB
Arab Saudi kembali mengizinkan warga setempat dan penduduk kerajaan salat di Masjidil Haram setelah tujuh bulan ditutup akibat pembatasan virus corona. Arab Saudi kembali izinkan warga setempat dan penduduk kerajaan salat di Masjidil Haram, Mekah. (AFP/BANDAR AL-DANDANI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi pada Minggu (18/10) kembali mengizinkan warga setempat dan penduduk kerajaan salat di Masjidil Haram, Mekah setelah tujuh bulan ditutup akibat pembatasan virus corona.

Jemaah diizinkan beribadah di Masjidil Haram dengan tetap mengikuti protokol kesehatan seperti mengenakan masker.

"Warga telah menunaikan salat subuh di Masjidil Haram hari ini karena (pihak berwenang) mulai melaksanakan dimulainya kembali tahap kedua umrah secara bertahap," lapor kantor berita resmi Saudi Press Agency.


Awal bulan ini, Arab Saudi mengizinkan hingga 6.000 warga dan penduduk setempat per hari untuk menunaikan umrah setelah ditangguhkan pada Maret karena pandemi Covid-19.

Dilansir AFP, di bawah pelonggaran tahap kedua yang dimulai pada Minggu, jumlah jemaah umrah telah meningkat menjadi 15 ribu orang per hari dan maksimal 40 ribu orang. Jumlah tersebut termasuk akan diizinkan melakukan salat harian di masjid.

Kemudian di bawah pelonggaran tahap ketiga pada 1 November mendatang, jemaah dari luar negeri akan kembali diizinkan menunaikan umrah. Batas jemaah juga akan dinaikkan menjadi 20 ribu orang dengan total 60 ribu jemaah yang diperbolehkan.


Menurut media pemerintah setempat, serangkaian tindakan pencegahan telah diadopsi, seperti tidak memperbolehkan jemaah menyentuh Batu Hitam di Mekah.

Pihak berwenang Mekah menuturkan Masjidil Haram harus disterilkan setiap sebelum dan sesudah tiap kelompok jemaah melakukan ibadah. Sensor termal telah dipasang untuk mengukur suhu tubuh jemaah.



Pihaknya juga mengatakan bahwa akan kembali memulihkan umrah ke kapasitas penuh setelah ancaman pandemi mereda.

Hingga saat ini, Arab Saudi telah mencatat lebih dari 342 ribu kasus Covid-19 dan 5.185 kematian.

(ans/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK