Presiden Brasil Tolak Beli Vaksin Corona Buatan China

Associated Press, CNN Indonesia | Kamis, 22/10/2020 09:59 WIB
Presiden Jair Bolsonaro menolak rencana pembelian vaksin corona buatan China dengan menyebut orang Brasil bukan kelinci percobaan. Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto: AFP/EVARISTO SA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Brasil Jair Bolsonaro menolak rencana pembelian 46 juta dosis vaksin virus corona buatan China. Penolakan in memicu kekhawatiran karena rencananya pembelian itu akan diuji di negara bagian di Brasil.

"Orang-orang Brasil tidak akan menjadi kelinci percobaan," tulisnya di akun media sosial seraya mengatakan jika uji klinis vaksin corona belum menyelesaikan permasalahan.

"Keputusan saya adalah tidak membeli vaksin semacam itu [buatan China]," tulisnya lagi.


Mengutip Associated Press, Blsonaro menuduh rival-rivalnya telah mempromosikan narasi terorisme sejak dimulainya pandemi dengan menyepakati pembelian vaksin corona dari China.

"Sangat disesalkan Gubernur Doria hanya tahu bagaimana melakukan ini," ucapnya.

"Tampaknya ini [pembelian vaksin] adalah kartu terakhirnya saat dia mencari popularitas, memulihkan semua yang lenyap karena pandemi."

Semula Menteri Kesehatan Eduardo Pazuella dalam pertemuan dengan Gubernur Sao Paulo Joao Doria mengumumkan akan vaksin corona dari China senilai U$360 juta (sekitar Rp5,2 miliar).

"Vaksin Butantan akan menjadi vaksin Brasil," kata Pazuello, Selasa (20/10).

Doria merupakan rival Bolsonaro lantaran negara bagiannya ikut serta dalam pengembangan vaksin melalui buatan Butantan Institute. Sebaliknya, Bolsonaro yang sempat positif terpapar corona hingga saat ini kerap mengabaikan pandemi tersebut.

"Banyak keputusan dari Tuan Joao Doria tidak cocok dengan keputusan yang ingin saya ambil jika pengadilan tidak menghentikan saya," kata Bolsonaro.

Kementerian Kesehatan Brasil pada Senin (19/10) mengeluarkan dokumen yang mengonfirmasi pembelian vaksin corona kerjasama Butantan dengan Sinovac dengan harga perkiraan per dosisnya US$10,3.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa pembelian vaksin akan bergantung pada persetujuan kementerian kesehatan. Alih-alih memberi restu, Bolsonaro justru menjegal rencana tersebut.

Sejak awal pandemi, Bolsonaro dan Doria memiliki kebijakan yang berbanding terbalik mengenai isolasi mandiri di rumah hingga pembatasan aktivitas di luar ruangan.

Brasil hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus corona tertinggi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India. Saat ini ada 5.273.952 kasus dengan 154.837 kematian akibat corona di Negeri Samba.

(evn/evn)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK