Iran Turut Kecam Presiden Prancis yang Hina Islam

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 04:30 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron dinilai telah menghina miliaran umat Islam di dunia. Presiden Prancis Emmanuel Macron dinilai telah menghina umat Islam (AFP PHOTO / Benjamin CREMEL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebut pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron justru berpotensi menyuburkan paham ekstremisme. Menurutnya, Macron seharusnya tidak menyudutkan Islam.

"Itu hanya akan memicu ekstremisme," tutur Javad lewat akun Twitter pribadinya, Senin (26/10).

Javad mengatakan Macron sudah menghina 1,9 miliar umat Islam di dunia. Selain itu, Javad menilai penerbitan kartun Nabi Muhammad yang diizinkan Macron pun termasuk penyalahgunaan kebebasan berbicara.


"Muslim adalah korban utama dari kultus kebencian," kata Javad.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani juga mengkritik Macron yang menyudutkan Islam. Menurutnya, Macron juga masih kurang pengalaman politik.

"Jika tidak, dia tidak akan berani menghina Islam," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prancis Macron menjadi sorotan dunia karena menyebut Islam tengah mengalami krisis. Dia juga menuding Islam bertekad mengubah nilai-nilai liberalisme dan sekularisme di Prancis.

Negara-negara Timur Tengah lantas mengecam pernyataan Macron. Mereka memboikot produk asal Prancis.

Warga Suriah sudah berani membakar foto Macron. Di Tripoli, Libya, warga membakar bendera Prancis sebagai sikap kecaman atas pernyataan Macron

Presiden Turki Erdogan pernah menyatakan Macron perlu memeriksa kesehatan mental. Presiden Pakistan juga turut mengecam. Dia menuding Macron, "menyerang Islam" akibat pernyataan tersebut.

"Sangat disayangkan bahwa dia memilih untuk mendorong Islamofobia dengan menyerang Islam daripada teroris yang melakukan kekerasan, baik itu Muslim, Supremasi Kulit Putih, atau ideologi Nazi," tuturnya.

(AFP/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK