Topan Molave Hantam Filipina, Tiga Orang Meninggal

CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2020 14:38 WIB
Tiga orang meninggal dan belasan lainnya hilang akibat diterjang topan yang memicu banjir di Filipina. Topan menghantam Filipina. (AFP/ERIK DE CASTRO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiga orang meninggal dan belasan lainnya hilang akibat diterjang topan yang memicu banjir di Filipina.

Pihak berwenang pada Selasa (27/10) mengatakan ribuan orang kini ditampung di pusat-pusat evakuasi.

Topan Molave menghantam Filipina tengah pada Minggu (25/10), membanjiri desa-desa dataran rendah dan tanah pertanian. Topan juga merobohkan kabel listrik serta menghancurkan ratusan rumah.


Ramalan cuaca nasional memperkirakan topan itu kini bergerak ke Laut Cina Selatan menuju Vietnam.

Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) memperingatkan jumlah korban masih akan terus bertambah. Pemerintah daerah tengah menilai kerusakan.

Juru Bicara NDRRMC Mark Timbal mengatakan tiga korban meninggal seluruhnya tenggelam.

"Salah satu korban adalah seorang wanita yang tersapu arus ombak ketika dia mencoba menyeberangi sungai," kata Rizajoy Hernandez dari Kantor Pertahanan Sipil di Visayas kepada AFP.

Sementara 12 orang yang masih hilang sebagian besar nelayan yang terperangkap di laut ganas.

Filipina dilanda rata-rata 20 badai dan topan setiap tahun. Badai tersebut sebagian besar mematikan yang dapat menghancurkan apa saja, termasuk rumah dan infrastruktur.

Super Haiyan tercatat menjadi topan paling mematikan yang menghantam Filipina pada 2013 silam, lebih dari 7.300 orang dinyatakan hilang.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK