Rentetan Peristiwa Buntut Kontroversi Kartun Nabi Muhammad

CNN Indonesia | Rabu, 28/10/2020 15:53 WIB
Polemik pernyataan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron berawal dari pembelaan atas penerbitan kartun Nabi Muhammad. Ilustrasi cover Charlie Hebdo. (AFP/JOHN MACDOUGALL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron memicu kemarahan Muslim dunia karena dianggap menghina Islam. Pernyataan Macron yang berbuntut panjang itu berawal dari pembelaannya atas penerbitan kartun Nabi Muhammad.

Emmanuel Macron berjanji untuk memerangi kelompok radikal Islam setelah pemenggalan guru sejarah pada (16/10) lalu. Guru itu dipenggal setelah ia menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam diskusi kelas tentang kebebasan berbicara.

Macron memicu kontroversi ketika dia mengatakan bahwa Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia.


Polemik itu dimulai sejak awal Oktober. Saat itu Macron menyampaikan pernyataan tentang ancaman kelompok radikal Muslim yang ingin mengubah nilai-nilai liberalisme dan sekularisme di Prancis.

"Ada kelompok radikal Islam, sebuah organisasi yang mempunyai metode untuk menentang hukum Republik dan menciptakan masyarakat secara paralel untuk membangun nilai-nilai yang lain," kata Macron saat itu.

Tidak lama setelah menyampaikan pernyataan itu, peristiwa pembunuhan terjadi, tepatnya pada (16/10). Seorang guru di Prancis, Samuel Paty (47), dipenggal di daerah Eragny oleh seorang pemuda pendatang dari Chechnya, Abdoullakh Abouyezidovitch (18).

Guru itu dipenggal setelah ia menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam diskusi kelas tentang kebebasan berbicara.

Di awal, ia dilaporkan sudah mengizinkan sejumlah pelajar Muslim untuk keluar kelas jika tidak sepakat dengan materi yang dia bahas.

Setelah kejadian itu, Macron langsung mendatangi lokasi. Dia menyatakan pelaku adalah seorang radikal Muslim. Dia menyebut Paty sebagai martir karena mengajarkan kebebasan berpendapat.

Dia sisi lain, Macron langsung memerintahkan aparat keamanan untuk mengawasi sejumlah organisasi masyarakat Muslim di negaranya, dan menutup sejumlah masjid yang diduga menyebarkan paham radikal.

"Sekularisme adalah pengikat persatuan Prancis. Jangan biarkan kita masuk ke dalam perangkap yang disiapkan oleh kelompok ekstremis, yang bertujuan melakukan stigmatisasi terhadap seluruh Muslim," ujar Macron.

Polemik kartun Nabi Muhammad sendiri sudah berlangsung sejak 2005.

Berikut rentetan peristiwa akibat polemik kartun Nabi Muhammad seperti dikutip dari AFP.

Berawal dari 2005

Pada 2005 surat kabar harian konservatif Denmark Jyllands-Posten menerbitkan 12 gambar dengan tajuk "Wajah Muhammad."

Penerbitan itu membuat marah sejumlah umat Muslim.

Pejabat Muslim dunia menuntut permintaan maaf dari Denmark dan ribuan Muslim berdemonstrasi di Kopenhagen.

Pada awal 2006, Arab Saudi menarik duta besarnya untuk Kopenhagen dan boikot produk Denmark menyebar ke seluruh dunia Arab. Beberapa situs web Denmark bahkan menjadi sasaran peretas.

Setelah kejadian surat kabar Denmark ada ada surat kabar Kristen Norwegia, Magazinet dan majalah satire Charlie Hebdo yang berbasis di Paris. Keduanya melakukan hal yang serupa atas nama kebebasan berekspresi.

Cetak Ulang

Kartun Nabi yang diterbitkan Jyllands-Posten dicetak ulang oleh Charlie Hebdo pada 2006. Terbitan keduanya menimbulkan kontroversia di dunia.

Di Gaza, kelompok bersenjata mengancam akan melampiaskan amarah mereka pada jurnalis Barat.

Lalu di Beirut, Damaskus dan Teheran, Indonesia, Somalia, Nigeria dan Afghanistan, terjadi demonstrasi disertai kekerasan di kedutaan besar Eropa yang menyebabkan puluhan orang tewas.

Pada Februari 2008, setelah masa tenang, publikasi ulang oleh 17 surat kabar Denmark tentang kartun paling kontroversial membangkitkan kemarahan di banyak negara Muslim.

Pada Juni 2008, serangan bunuh diri yang diklaim oleh Al-Qaeda terhadap kedutaan Denmark di Islamabad menewaskan enam orang.

Dua tahun berselang, polisi Denmark menangkap seorang warga Somalia berusia 28 tahun bersenjatakan pisau di rumah seniman Westergaard.

Di tahun 2015 Omar El-Hussein kelahiran Denmark menembak mati seorang pembuat film di luar acara kebebasan berbicara yang dihadiri oleh seniman Swedia Lars Vilks. Vilks pada 2007 menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seekor anjing.

Sekitar bulan Mei 2015, di Amerika Serikat polisi menembak mati dua pria bersenjata yang melepaskan tembakan di Texas dekat sebuah pusat yang menyelenggarakan kompetisi kartun Muhammad.

Selanjutnya November 2011, serangan pembakaran menargetkan kantor Charlie Hebdo di Paris, sebagai tanggapan atas edisi yang diubah namanya menjadi "Charia (Sharia) Hebdo" dengan karikatur Nabi Muhammad di sampulnya.

Kemudian pada 7 Januari 2015, dua militan Prancis membunuh 12 orang, termasuk lima seniman, di kantor mingguan tersebut. Para penyerang ditembak oleh polisi pada hari ketiga pelarian mereka.

Penerbitan satu minggu kemudian dari edisi Charlie Hebdo yang menampilkan gambar Nabi di sampulnya memicu demonstrasi kekerasan di seluruh dunia Muslim, di mana 10 orang tewas di Nigeria.

Pada September 2020, ketika persidangan terhadap tersangka penyerangan kantor Charlie Hebdo dimulai, surat kabar tersebut menerbitkan kembali karikatur tersebut, yang memicu kemarahan beberapa negara Muslim. Al-Qaeda kembali mengancam akan menyerang staf editorialnya.

Tiga pekan setelah persidangan, seorang pria bersenjatakan pisau secara serius melukai dua orang di luar bekas kantor Charlie Hebdo.

(ndn/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK