PBB dan Uni Eropa Kutuk Penyerangan Teroris di Prancis

CNN Indonesia | Jumat, 30/10/2020 04:55 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut penyerangan di Prancis sebagai tindakan keji. Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk keras penyerangan di Prancis yang menyebabkan tiga orang tewas (AFP PHOTO / KENA BETANCUR)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam penyerangan di Nice, Prancis yang menyebabkan tiga orang meregang nyawa. PBB mengutuk dan menyebutnya sebagai tindakan keji.

"Mengutuk keras serangan keji hari ini yang terjadi di Notre Dame Basilica di Nice," kata Guterres lewat juru bicara Stephane Dujarric mengutip AFP, Kamis (29/10).

Guterres juga menyampaikan bela sungkawa yang dalam kepada keluarga korban. PBB, katanya, menyampaikan rasa solidaritas kepada rakyat Prancis atas penyerangan tersebut.


Terpisah, para pimpinan negara yang tergabung dalam Uni Eropa juga mengutuk aksi terorisme di Nice, Prancis. Ada 27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Uni Eropa Charles Michel.

"Kami para pemimpin di Eropa terkejut dan sedih dengan serangan teroris di Prancis. Kami mengutuk serangan ini," kata Charles.

Dia lalu menyatakan bahwa seluruh pimpinan negara di Uni Eropa mendukung Prancis melawan ekstremisme dan terorisme.

"Kami berdiri bersama dan teguh bersama dengan solidaritas kami terhadpa rakyat dan pemerintah Prancis untuk terus berjuang melawan terorisme dan ekstremisme," kata Charles.

Penyerangan terjadi di sekitar Gereja Notredame Basilica, Nice, Prancis pada Kamis (29/10). Pelaku menggunakan pisau dalam menjalankan aksinya.

Tiga orang tewas. Satu di antaranya dipenggal. Ada beberapa warga yang turut terluka. Pelaku kini sudah ditangkap dan sempat ditembak oleh aparat setempat.

Berdasarkan laporan AFP, pelaku diduga kuat imigran asal Tunisia yang belum lama berada di Eropa. Hanya hitungan pekan.

Pelaku diduga bernama Brahim Aouissaoui berusia 21 tahun. AFP melaporkan pelaku tiba di Eropa pertama kali di Pulau Lampedusa, Italia.

Dia sempat dikarantina oleh otoritas setempat. Karantina dilakukan berdasarkan protokol pencegahan virus corona.

Usai dikarantina, pelaku dibebaskan dan diperintahkan untuk meninggalkan wilayah Italia. Hingga kemudian dia pergi ke Prancis dan melakukan penyerangan.

(AFP/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK