Skotlandia Gratiskan Produk Menstruasi bagi Wanita

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 13:52 WIB
Skotlandia mengesahkan rancangan undang-undang yang akan memberikan akses gratis produk kebutuhan menstruasi bagi perempuan. Ilustrasi pembalut wanita. (Istockphoto/LexCollection)
Jakarta, CNN Indonesia --

Skotlandia mengesahkan rancangan undang-undang yang akan memberikan akses gratis produk kebutuhan menstruasi bagi perempuan.

Negara di utara Inggris itu menjadi yang pertama menerapkan kebijakan tersebut.

Parlemen Skotlandia dengan suara bulat mendukung pengesahan RUU Produk Menstruasi itu pada Selasa (24/11).


Dengan RUU itu, pemerintah akan menyediakan kebutuhan sanitasi wanita di setiap gedung-gedung publik.

"Kami semua setuju bahwa tidak ada yang perlu khawatir dari mana asal produk pembalut mereka," kata anggota parlemen Skotlandia Monica Lennon yang mengajukan RUU itu.

"Skotlandia tidak akan menjadi negara terakhir yang menerapkan kebijakan ini dalam sejarah, tetapi kami memiliki kesempatan untuk menjadi negara yang pertama. Ini sudah lama ditunggu-tunggu," ujarnya seperti dikutip AFP.

Saat ini RUU itu tengah memetakan kewajiban bagi setiap kementerian untuk membuat skema yang memastikan siapa pun bisa mengakses produk sanitasi perempuan gratis.

Dalam beleid itu, produk sanitasi perempuan juga digratiskan untuk pelajar di Skotlandia. Selain gedung publik, di bawah draf hukum itu sekolah dan universitas wajib menyediakan pembalut secara cuma-cuma di setiap toilet.

Lennon mengatakan sekolah dan universitas juga harus bisa mengedukasi siswa untuk mengakhiri stigma yang kerap melekat soal masa menstruasi pada wanita.

Sekretaris Kabinet untuk Komunitas dan Pemerintah Daerah Skotlandia, Aileen Campbell, mengatakan RUU itu mengirim "pesan penting tentang gambaran Skotlandia sebagai sebuah negara yang kami inginkan".

"(Yang kami inginkan) adalah Skotlandia sebagai negara dengan kesetaraan gender, di mana tidak ada yang harus mengalami penghinaan karena tidak menggunakan produk yang cocok saat mereka menstruasi atau memperbanyak anggaran rumah tangga demi membeli produk sanitasi wanita bagi anak-anak mereka, atau tertinggal pendidikannya," kata Campbell.

"(Skotlandia menjadi) sebuah negara di mana tidak ada seorang pun yang harus menyembunyikan tampon atau pembalut di lengan baju mereka," kata dia.

Pemimpin Skotlandia, Menteri Pertama Nicola Sturgeon menyambut baik RUU itu.

"Bangga untuk mendukung undang-undang yang inovatif ini, menjadikan Skotlandia negara pertama di dunia yang menyediakan produk menstruasi gratis untuk semua yang membutuhkan," kata Sturgeon melalui akun Twitter.

"Ini merupakan kebijakan penting bagi wanita dan anak perempuan," ucapnya.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK