Biden jadi Presiden Pertama AS Raih 80 Juta Suara Pemilu

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 10:51 WIB
Joe Biden menjadi presiden AS pertama dalam sejarah berhasil meraup lebih dari 80 juta suara popular. Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden. (AP/Carolyn Kaster)
Jakarta, CNN Indonesia --

Joe Biden menjadi kandidat presiden Amerika Serikat pertama dalam sejarah yang berhasil meraup lebih dari 80 juta suara dalam pemilihan umum 3 November lalu.

Per Selasa (24/11), Biden terhitung mendapat 80.011.000 lebih suara, sementara Presiden Donald Trump meraih lebih 73.800.000 lebih suara.

Jumlah suara popular yang didapat Biden itu diperkirakan masih akan bertambah seiring dengan penghitungan suara yang masih berlangsung di sejumlah negara bagian.


Rekor yang dicetak Biden ini semakin memperkuat kemenangannya dalam pemilu yang dinilai Trump curang.

Sementara itu, jumlah suara popular yang didapat Trump juga menjadikan dia sebagai kandidat presiden AS yang meraih dukungan terbesar kedua dalam sejarah Amerika setelah Biden.

Dilansir CNN, hingga saat ini, Biden telah meraih 306 suara elektoral dari minimal 270 suara yang dibutuhkan seorang kandidat presiden AS untuk memenangkan pemilu. Sementara Trump hanya memiliki 232 suara elektoral.

Selain rekor yang dicetak kedua kandidat capres, jumlah warga Amerika yang melakukan pemungutan suara melalui surat juga mencetak sejarah tertinggi.

Sebagian besar masyarakat AS melakukan pemungutan suara melalui surat pos lantaran masih takut terpapar virus corona (Covid-19) jika datang langsung ke TPS.

Hal tersebut membuat masa penghitungan suara pemilu tahun ini jauh lebih lama dari pemilu sebelumnya.

Meski jumlah suara sudah jauh tertinggal, Trump masih tidak mau mengakui kekalahannya dari Biden dalam pemilu.

Trump pun masih berkeras mengajukan gugatan terhadap hasil pemungutan suara di sejumlah negara bagian yang memenangkan Biden, meski sebagian besar gugatan sudah ditolak pengadilan atau dicabut.

Setelah sempat mempersulit masa transisi pemerintahan Biden, Trump akhirnya memerintahkan bawahannya memulai proses peralihan kekuasaan kepada Biden dengan mengizinkan Sekretariat Negara AS (GSA) mencairkan sejumlah dana dan bantuan lainnya untuk memuluskan masa transisi.

Infografis Sepak Terjang Joe Biden-Kamala Harris(CNNIndonesia/Basith Subastian)
(rds/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK