Joe Biden Kenalkan Kabinet: Amerika Telah Kembali

CNN Indonesia | Rabu, 25/11/2020 06:18 WIB
Presiden Terpilih AS Joe Biden mengenalkan tim keamanan nasional dan diplomasinya sambil menyebut, AFPJoe Biden mengenalkan tim diplomasi dan keamanan nasionalnya ke publik. (Foto: CNN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden terpilih Joe Biden memperkenalkan tim kebijakan keamanan nasionalnya yang terdiri dari sejumlah diplomat dan pembuat kebijakan luar negeri veteran Pemerintahan Barrack Obama.

Rinciannya, tim itu beranggotakan Menteri Luar Negeri, Penasihat Keamanan Nasional, Menteri Keamanan Dalam Negeri, Kepala CIA, Duta Besar AS untuk PBB, dan Utusan Khusus Bidang Perubahan Iklim.

Hal itu diumumkannya dalam sebuah acara di kampung halamannya di Wilmington, Delaware, AS, Selasa (24/11) waktu setempat, dikutip dari AFP. Para anggota tim kabinet pun tampak berdiri di belakang Biden dengan mengenakan masker.


"Amerika telah kembali, siap untuk memimpin dunia," cetus Biden. 

"Ini adalah tim yang akan menjaga negara kita dan rakyat kita tetap aman dan terlindungi," ujar Biden, "Ini adalah tim yang mencerminkan fakta bahwa Amerika telah kembali, siap untuk memimpin dunia, bukan malah mundur."

Biden mengatakan bahwa setelah dia dilantik pada 20 Januari 2021 dan Donald Trump meninggalkan Gedung Putih, Amerika Serikat akan "sekali lagi duduk di depan meja, siap menghadapi musuh kita dan tidak menolak sekutu kita."

"Para abdi negara ini akan memulihkan kepemimpinan global dan kepemimpinan moral Amerika," kata dia, yang juga merupakan mantan Wakil Presiden itu, sambil menyinggung kebijakan 'America First' Presiden Trump yang enggan menggandeng sekutu.

Di tempat yang sama, Antony Blinken, pilihan Biden sebagai Menteri Luar Negeri, mengatakan Amerika Serikat tidak dapat menyelesaikan masalah global sendiri.

"Kami perlu bekerja dengan negara lain," kata mantan pejabat Departemen Luar Negeri itu. "Kami membutuhkan kerja sama mereka. Kami membutuhkan kemitraan mereka," imbuh dia.

Linda Thomas-Greenfield, pilihan Biden sebagai Duta Besar AS untuk PBB, menggemakan sentimen multilateralisme.

"Amerika telah kembali. Multilateralisme telah kembali. Diplomasi telah kembali," kata Thomas-Greenfield, yang merupakan diplomat karier berpengalaman.

"Tantangan yang kita hadapi - pandemi global, ekonomi global, krisis perubahan iklim global, migrasi massal dan kemiskinan ekstrem, keadilan sosial - tak henti-hentinya dan saling berhubungan, tetapi itu bukannya tidak dapat diselesaikan jika Amerika memimpin," klaimnya.

Mantan menteri luar negeri John Kerry, yang dipilih Biden sebagai Utusan Khusus untuk Perubahan Iklim, mengonfirmasi bahwa pemerintahan baru akan membawa AS kembali ke dalam kesepakatan iklim Paris yang ditarik Trump pada 2015.

Selain nama-nama di atas, ada pula Alejandro Mayorkas, kelahiran Kuba, yang ditunjuk untuk mengepalai Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang kebijakan pembatasan imigrasi yang ketat di bawah Trump sering menjadi sumber kontroversi.

Avril Haines dinominasikan menjadi Direktur Intelijen Nasional, yang menjadikannya wanita pertama yang memegang jabatan itu, sedangkan Jake Sullivan ditunjuk sebagai Penasihat Keamanan Nasional.

Infografis Sepak Terjang Joe Biden-Kamala HarrisFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Mantan ketua Federal Reserve Janet Yellen diharapkan diangkat menjadi Menteri Keuangan, wanita pertama yang memegang jabatan itu.

Pernyataan Biden datang tak lama setelah Trump mengalami kemunduran dalam upayanya untuk membatalkan hasil Pilpres Amerika lewat klaim kecurangan pemilu yang tidak berdasar.

(AFP/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK