Operasi Militer Rampung, Ethiopia Rebut Daerah Konflik Tigray

CNN Indonesia | Minggu, 29/11/2020 09:08 WIB
PM Ethiopia Abiy Ahmed menyatakan sukses merebut kembali wilayah konflik Tigray dari tanagan kelompok Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). PM Ethiopia menyatakan militer berhasil merebut kembali wilayah konflik Tigray. (Foto: AP/Marwan Ali)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Ethiopia mengklaim sukses merebut kembali wilayah konflik Tigray dari tangan pemberontak. Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengatakan pengambilalihan Mekele menandai penyelesaian ofensif yang terjadi selama hampir empat pekan terakhir.

"Tuhan memberkati Ethiopia dan rakyatnya. Kami telah memasuki kawasan Mekele tanpa ada warga sipil menjadi sasaran," kata Abiy dalam sebuah pernyataan.

Pemerintahan Abiy selama ini menuding TPLF menghasut kerusuhan dan berusaha untuk merebut kembali kekuasaan atas Etiopia. Abiy sejauh ini telah menolah dialog dengan para pemimpin TPLF.


Abiy mengatakan saat ini polisi akan melakukan pengejaran terhadap pemimpin Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), pihak yang selama ini memimpin koalisi yang berkuasa di Ethiopia.

Salah satu menteri kabinet Abiey kepada Associated Press mengaku pesimis dengan upaya pencarian pemimpin TPLF. Dia mengatakan pencarian terhadap para pemimpin TPLF akan memakan waktu berminggu-minggu.

Menteri yang bertanggung jawab atas demokratisasi Ethiopia, Zadig Abraha mengatakan pihaknya belum mengetahui korban tewas dalam konflik di Tigray.

"Kami telah menjaga korban sipil [yang tewas] sangat rendah," ucapnya.

Laporan kelompok kemanusiaan dan hak asasi manusia mengungkap ratusan orang, termasuk kombatan tewas dalam konflik tersebut.

Konflik yang terjadi di Tigray sejak 4 November lalu telah mengancam stabilitas Ethiopia. Abiy mengerahkan serangan udara dan darat untuk menggempur kelompok TPLF yang menguasai wilayah berpenduduk 6 juta tersebut.

Hampir 1 juta orang sejauh ini dilaporkan meninggalkan Tigray untuk mengungsi, sekitar 40 ribu diantaranya mengungsi ke Sudan. Kamp-kamp pengungsian menampung seitar 96 ribu pengungsi Eritrea di jalur konflik Tigray.

Akses komunikasi putus, sementara persediaan medis, makanan, bahan bakar, dan uang tunai hampir habis.

Seorang pejabat senior Ethiopia, Redwan Hussein dalam unggahan Facebook mengatakan jika kelompok TPLF telah mengubah gereja, sekolah, dan lingkungan padat penduduk di Mekele menjadi gudang persenjataan dan landasan peluncuran rudal.

(Associated Press/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK