Trump Abaikan Tradisi Tur Gedung Putih Sebelum Biden Dilantik

CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2021 13:40 WIB
Presiden AS, Donald Trump, tidak menjalankan tradisi 'tur' Gedung Putih sebelum penggantinya, Joe Biden, dilantik pada Rabu (20/1). Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (AP/Evan Vucci)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, nampaknya tidak akan menjalankan serangkaian tradisi di pemerintahan Negeri Paman Sam sebelum pelantikan penggantinya, Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joe Biden dan Kamala Harris, digelar pada Rabu (20/1).

Trump dilaporkan akan meninggalkan Gedung Putih beberapa jam sebelum Biden dilantik menggantikannya.

Berbeda dengan presiden-presiden AS sebelumnya, Trump enggan berpartisipasi dalam tradisi pergantian presiden.


Trump juga tidak akan memberikan 'tur' berkeliling Gedung Putih kepada Biden. Padahal, saat Trump menang dalam pilpres 2016, Presiden Barack Obama menyambut dan mengajaknya berkeliling Gedung Putih.

Menurut sumber yang mengetahui proses pergantian kekuasaan, alih-alih disambut oleh Trump dan sang istri Melania, Biden dan istrinya Jill akan disambut oleh kepala Gedung Putih Timothy Harleth.

Kemudian di sore hari pada Hari Pelantikan, Biden akan berpartisipasi dalam upacara peletakan karangan bunga di Pemakaman Nasional Arlington, diikuti oleh mantan Presiden Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama.

Di saat itulah sebagian besar barang-barang pribadi keluarga Biden akan dipindahkan ke Gedung Putih.

Gedung Putih juga menerapkan protokol pembersihan, termasuk memperhatikan kebersihan permadani, karpet, tirai, dan permukaan lantai untuk mencegah kemungkinan adanya kuman yang tertinggal dari virus corona atau kuman lainnya.

Melansir CNN, Selasa (19/1), menurut salah seorang sumber, pembersihan tersebut akan segera dimulai setelah Trump dan Melania meninggalkan Gedung Putih.

Pelantikan Biden digelar setelah Trump berupaya sekuat tenaga berusaha menjegal saingan politiknya itu. Sejak Pemilihan Presiden 2020, Trump menuduh ada indikasi kecurangan dalam pilpres dan menolak mengakui kekalahan.

Bahkan di pekan-pekan terakhir masa jabatannya, Trump mengajak para pendukungnya menggagalkan pengesahan kemenangan Biden dan Harris. Alhasil, massa pendukung Trump menyerbu Gedung Kongres Capitol Hill pada 6 Januari, ketika anggota Kongres tengah rapat untuk mengesahkan kemenangan Biden dan Harris, hingga mengakibatkan lima orang tewas.

Sementara itu, Ibu Negara Melania Trump yang tidak terlihat di depan publik selama dua pekan, juga belum menghubungi istri Biden, Jill Biden. Hal ini memperlihatkan bahwa dia sejalan dengan sikap sang suami yang tidak bersikap ramah terhadap penggantinya.

"Saya ingat dua interaksi yang dilakukan ibu negara Hillary Clinton dengan Barbara Bush pada 1992 ketika dia pertama kali tiba di Gedung Putih, dan pada tahun 2000 ketika dia menjamu Laura Bush," kata mantan pejabat senior di pemerintahan Clinton kepada CNN.

"Keduanya terjadi setelah kampanye yang kontroversial dan dua kunjungan itu sangat ramah dan (bersifat) menyambut," tambahnya.

Meskipun Biden telah mengunjungi Gedung Putih selama berkali-kali selama puluhan tahun sebagai senator, tapi mantan pejabat Gedung Putih yang bekerja di pemerintahan Trump menyebut sikap Trump dan Melania "menjijikkan".

Hal ini kontras dengan sikap Wakil Presiden Mike Pence, yang menyampaikan langsung ucapan selamat kepada Harris. Pada Kamis pekan lalu, Pence menelepon Harris untuk pertama kalinya menjelang pelantikan.

Percakapan mereka disebut berlangsung ramah, bahkan Pence memberikan ucapaan selamat dan menawarkan bantuan kepada Harris.

(ans/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK