Pemerintahan Biden Janji Ungkap Penyebab Kematian Khashoggi

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 16:00 WIB
Pemerintahan presiden terpilih Joe Biden menjajikan akan mengungkap laporan intelijen terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi oleh pemerintah Arab Saudi. Jurnalis Jamal Khashoggi tewas dibunuh. (Foto: Jim WATSON / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah presiden terpilih Joe Biden akan mengungkap laporan intelijen terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi oleh pemerintah Arab Saudi.

Hal ini dijanjikan oleh Avril Haines, yang dinominasi sebagai direktur intelijen nasional dalam pemerintahan Biden bersama wakil presiden terpilih Kamala Harris.

Dalam sidang bersama Kongres pada Selasa (19/1), Senator Oregon Ron Wyden mengatakan bahwa pemerintah Biden memiliki kuasa untuk mencabut "kerahasiaan yang berlebihan" dalam laporan pembunuhan itu.


Ia pun bertanya, apakah Haines akan mengungkap laporan intelijen terkait Khashoggi kepada kongres jika sudah ditetapkan menjadi direktur intelijen nasional yang baru.

"Ya, senator. Tentu saja. Kami akan mengikuti hukum," katanya.

Dengan mengungkap laporan tersebut, artinya kemungkinan besar AS akan secara resmi menyatakan penguasa de facto kerajaan Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) bersalah dalam pembunuhan Khashoggi pada 2018 lalu.

Semasa hidupnya, Khashoggi merupakan seorang jurnalis dan warga AS yang kerap mengkritik putra mahkota Saudi. Karena aktivitasnya itu, ia dibunuh oleh agen Saudi di dalam konsulat Saudi di Turki.

Intelijen AS pun mempercayai dalang dari pembunuhan tersebut adalah MBS. Namun laporan tersebut hanya disampaikan media dan belum pernah diungkap secara resmi oleh AS. MBS sendiri membantah punya andil dalam pembunuhan itu.

Tunangan dari Khashoggi, Hatce Cengiz bersama aktivis hak asasi manusia lainnya kemudian meminta Biden mengungkap laporan tersebut ke publik. Ia mengatakan upaya itu menjadi langkah pertama untuk mencari pertanggungjawaban dari Saudi.

"Ini adalah cara yang berguna untuk mengajukan pertanyaan tentang pertanggungjawaban atas pembunuhan Khashoggi di domain publik pada awal pemerintahan baru," komen mantan analis dan direktur CIA, Bruce Riedel seperti mengutip The Guardian.

Agnes Callamard, salah satu advokat yang paling vokal atas keadilan kasus Khashoggi memuji wacana pemerintahan Biden. Ia mengatakan informasi itu adalah bagian penting dari teka-teki eksekusi tersebut.

Ia berharap laporan ini akan mengungkap informasi baru dalam kasus Khashoggi. Seperti terkait keberadaan jenazah yang sampai saat ini belum terungkap, atau jika AS mandapati Khashoggi dalam bahaya sebelum berangkat ke Turki.

Menurut Callamard, terdapat sejumlah pembela hak asasi manusia yang juga menerima ancaman dari agen MBS. Termasuk dialami mantan pejabat Saudi di Kanada dan Norwegia.

"Pada titik tertentu, jika intelijen AS memiliki informasi tentang operasi tersebut. Maka saya pikir mereka harus benar-benar membuat informasi itu tersedia untuk umum," ujar pria yang akan ditunjuk sebagai kepala Amnesty Internasional akhir tahun ini.

Biden kerap menyinggung keras MBS selasa kampanye Pemilihan Presiden 2020. Ketika memenangkan kursi presiden, Biden pun diharap dapat mengambil tindakan keras terhadap MBS, seperti memberi sanksi keuangan dan membatasi penjualan senjata ke Saudi.

(fey/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK