PM Kanada Pemimpin Negara Pertama yang Ditelepon Biden

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 11:15 WIB
PM Kanada, Justin Trudeau, menjadi kepala negara pertama yang ditelepon Presiden AS, Joe Biden. Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. (Dave Chan / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menjadi kepala negara pertama yang ditelepon Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, usai resmi dilantik pada Rabu (20/1).

"Telepon pertama Presiden Biden dengan pemimpin negara asing akan dilakukan pada hari Jumat dengan Perdana Menteri Trudeau," kata juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki, dalam jumpa pers perdana pemerintahan Biden.

Psaki mengatakan Biden dan Trudeau akan membahas "relasi penting AS dengan Kanada".


Dikutip AFP, dalam komunikasi itu, Psaki juga menuturkan kedua pemimpin akan membahas keputusan Biden menghentikan pembangunan pipa minyak Keystone XL antara Kanada-AS.

Regulator Kanada menyetujui proyek pembangunan itu pada 2010 namun diblokir oleh Presiden Barack Obama pada 2015 karena masalah lingkungan. Keputusan Obama itu kembali dicabut Presiden Donald Trump pada 2017.

Biden kembali memblokir proyek pipa minyak itu dengan menandatangani perintah eksekutif terkait pembangunan itu di hari pertama menjabat sebagai Presiden AS.

Melansir CNN, Trudeau mengaku kecewa dengan perintah eksekutif Biden yang mencabut izin pembangunan pipa minyak Keystone XL tersebut.

"Di hari ini, Joe Biden dilantik sebagai Presiden AS ke-46. Meski kami menyambut baik komitmen Presiden Biden untuk memerangi perubahan iklim, kami tetap kecewa melihat keputusan Presiden untuk tetap memenuhi janji kampanyenya terkait proyek Keystone XL," kata Trudeau.

Infografis PR Besar Menanti Joe Biden(CNNIndonesia/Basith Subastian)

Trudeau mengatakan dia sempat berbicara langsung dengan Biden tentang proyek itu pada November lalu.

"Pekerja di Alberta, Saskatchewan, dan di seluruh Kanada akan selalu memiliki dukungan dari kami. Kanada adalah pemasok energi utama dan satu-satunya bagi AS," ujar Trudeau.

"(Kanada) telah berkontribusi pada keamanan energi dan daya saing ekonomi AS, serta mendukung ribuan pekerja di perbatasan kedua negara," paparnya menambahkan.

(rds/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK