Kenya Konfirmasi Kasus Varian Baru Corona dari Afsel

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 04:02 WIB
Kementerian Kesehatan Kenya melaporkan dua kasus mutasi virus corona pertama dari Afrika Selatan. Kedunya tidak menampakkan gejala. Kenya melaporkan dua kasus pertama mutasi corona dari Afrika Selatan. (Foto: AP/Ahn Young-joon)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan Kenya melaporkan dua kasus mutasi virus corona pertama dari Afrika Selatan. Varian baru virus corona yang menginfeksi kedua pria disebut sama dengan yang terdeteksi sebelumnya di Afrika Timur.

Keduanya tidak menampakkan gejala. Direktur jenderal kementerian kesehatan Dr Patrick Amoth mengatakan jika keduanya saat ini melakukan isolasi mandiri di daerah pesisi Kilifi, Kenya.

"Kita semua tahu bahwa varian ini 50 persen lebih mudah ditularkan, oleh karena itu menimbulkan risiko yang signifikan, yaitu lebih banyak orang yang akan terinfeksi dan oleh karena itu dapat memperluas sistem perawatan kesehatan lebih banyak," ujar Amoth.


Mengutip AFP, sejauh ini tidak ada informasi mengenai kebangsaan pria yang dinyatakan positif terpapar mutasi corona dari Afsel.

Hingga Kamis (21/1), Kenya mencatat 99.630 kasus infeksi virus corona dengan 1.739 diantaranya berakibat fatal, sejak awal pandemi.

Sejak Oktober 2020, presentase rata-rata kasus positif Covid-19 di Kenya melonjak hingga melampaui 16 persen. Namun angka itu sempat turun menjadi 13 persen pekan lalu.

Sejak awal adanya pandemi pada Maret 2020, Kenya telah memberlakukan serangakian aturan, termasuk memberlakukan jam malam yang ketat, menutup bar dan restoran, serta meniadakan belajar di sekolah.

Langkah-langkah itu sempat membuat kurva penyebaran kasus sedikit melambat. Pemerintah mulai melonggarkan sejumlah aturan dengan membuka kembali aktivitas belajar di sekolah pada Oktober.

Namun pelonggaran aturan justru berimbas pada peningkatan kasus baru. Institut Penelitian Medis Kenya memperkirakan kasus dan kematian akibat Covid-19 akan terus meningkat seiring dengan dibukanya kembali sekolah.

(AFP/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK