Republik Usul Sidang Pemakzulan Trump Ditunda Hingga Februari

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 09:46 WIB
Fraksi Republik di Senat AS mengusulkan menunda jadwal sidang pemakzulan mantan Presiden Donald Trump hingga pertengahan Februari. Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (AFP/JIM WATSON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota fraksi Partai Republik di Senat Amerika Serikat mengusulkan menunda jadwal sidang pemakzulan mantan Presiden Donald Trump hingga pertengahan Februari mendatang.

Desakan disampaikan kepada Pemimpin Mayoritas dari fraksi Partai Demokrat, Chuck Schumer.

Dilansir Reuters, Jumat (22/1), Schumer saat ini dilaporkan masih mempertimbangkan usulan dari fraksi Republik itu.


"Kami akan meninjau dan membahasnya," demikian isi keterangan Schumer.

Fraksi Partai Republik beralasan mengajukan usul menunda jadwal sidang itu pemakzulan guna memberikan waktu bagi Trump untuk mempersiapkan diri.

Dewan Perwakilan AS mengusulkan supaya Trump dimakzulkan karena menyalahgunakan wewenang dan memicu kerusuhan di Gedung Kongres (Capitol Hill) pada 6 Januari lalu.

Pemimpin fraksi Republik di Senat, Mitch McConnell, yang menyampaikan langsung kepada Schumer supaya menunda jadwal persidangan pemakzulan Trump hingga 28 Januari mendatang. Dia juga meminta supaya Trump diberikan waktu selama dua pekan untuk mempersiapkan pembelaan.

Sebab, ada laporan yang menyatakan DPR AS akan mengirimkan berkas pemakzulan Trump pada hari ini waktu setempat.

Menurut anggota Senat dari fraksi Partai Demokrat, Dick Durbin, jika berkas pemakzulan Trump sudah diterima, maka persidangan akan dimulai dalam satu atau dua hari mendatang.

Usulan Republik itu bisa dimentahkan karena saat ini politikus Demokrat menjadi mayoritas di DPR dan Senat AS.

Sejumlah politikus Partai Republik juga menyatakan mendukung supaya Trump dimakzulkan setelah menjabat.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan AS, Nancy Pelosi, menyatakan akan tetap melanjutkan proses pemakzulan Trump kepada Senat, meski tidak merinci kapan mereka akan mengirim berkas itu.

(Reuters/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK