China Deteksi Klaster Corona di Pabrik Pengolahan Ayam

CNN Indonesia | Jumat, 22/01/2021 20:39 WIB
China melaporkan temuan sepuluh kasus baru virus corona di kelompok pekerja di pabrik pengolahan ayam. Ilustrasi pandemi virus corona di China. (AP/Andy Wong)
Jakarta, CNN Indonesia --

China melaporkan temuan sepuluh kasus baru virus corona di kelompok pekerja di pabrik pengolahan ayam. Temuan itu berakibat meningkatnya kekhawatiran konsumen tentang keamanan makanan impor.

Sepuluh kasus yang dikonfirmasi tersebut ditemukan di sebuah pabrik ayam di kota timur laut Harbin dan dimiliki oleh konglomerat Thailand sekaligus salah satu produsen unggas top dunia, Charoen Pokphand (CP). Dalam setahun, pabrik itu dapat menyembelih 50 juta ayam.

Dalam jumpa pers pada Kamis (21/1), para pejabat setempat mengatakan 28 pekerja pabrik lainnya beserta tiga anggota keluarga tidak menunjukkan gejala.


Dilansir Reuters, klaster yang ditemukan di pabrik CP merupakan bagian dari pemeriksaan rutin terhadap masyarakat di wilayah tersebut yang menghadapi lonjakan kasus dalam beberapa pekan terakhir.

Lebih lanjut, pejabat kota menuturkan sampel yang diambil dari dalam rumah pengolahan ayam, area penyimpanan dinginnya, dan bagian luar kemasan produk selama inspeksi awal pekan ini juga ditemukan positif terpapar Covid-19.

Berita itu lantas menjadi topik hangat di media sosial China, Weibo. Beberapa netizen memperingatkan untuk tidak mengonsumsi produk CP. Sementara netizen lainnya mengatakan pejabat masyarakat telah memerintahkan penarikan kembali produk tersebut, tapi Reuters tidak dapat memastikannya.



CP adalah salah satu produsen pengolahan ayam, merek telur, dan makanan olahan lainnya yang terkenal di China.

Tahun lalu, Beijing berulang kali mengklaim produk daging dan ikan beku impor sebagai salah satu sumber penularan virus corona. Kendati demikian, Beijing belum melaporkan temuan klaster di sektor pengolahan makanannya sendiri.

Pekerja pengepakan daging di Amerika Serikat, Brasil, dan di seluruh Eropa termasuk dalam kelompok paling parah terkena Covid-19 pada tahun lalu, di mana virus menginfeksi ribuan pekerja di tempat pemotongan hewan.

Kendati demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa orang-orang tidak perlu takut terhadap makanan atau kemasan makanan selama pandemi.

(ans/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK