Polisi Rusia Tangkap 3.400 Pendemo Pembebasan Navalny

tim | CNN Indonesia
Minggu, 24 Jan 2021 09:20 WIB
Polisi Rusia menangkap lebih dari 3.400 orang dalam aksi protes nasional menuntut pembebasan Pemimpin Oposisi Alexei Navalny pada Sabtu (23/1). Polisi Rusia menangkap lebih dari 3.400 orang dalam aksi protes nasional menuntut pembebasan Pemimpin Oposisi Alexei Navalny pada Sabtu (23/1). (AFP/MLADEN ANTONOV)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi Rusia menangkap lebih dari 3.400 orang dalam aksi protes nasional menuntut pembebasan Pemimpin Oposisi Alexei Navalny pada Sabtu (23/1). Aksi tersebut berlangsung di sejumlah kota di tengah suhu serendah minus 50 derajat Celcius.

Di Moskow, sekitar 15 ribu demonstran berkumpul di sekitar lapangan Pushkin di pusat kota. Bentrokan antara polisi dan demonstran akhirnya pecah. Pendemo diseret oleh petugas anti huru-hara berhelm ke bus polisi dan truk penahanan. Sementara beberapa dipukul dengan tongkat.

Istri Navalny, Yulia, termasuk di antara massa yang ditangkap.


Polisi akhirnya mendorong demonstran keluar dari alun-alun, tapi ribuan orang justru berkumpul kembali di sepanjang bulevar. Banyak yangmelemparkan bola salju ke polisi sebelum membubarkan diri.

Selain itu, beberapa orang juga berdemo di dekat penjara tempat Navalny ditahan. Polisi pun melakukan penangkapan di sana.

Dilansir CBS News, Sabtu (23/1), demonstrasi itu terjadi di seluruh wilayah Rusia, dari kota pulau Yuzhno-Sakhalinsk di utara Jepang dan kota Yakutsk di Siberia timur.

Seorang demonstran bernama Andrei Gorkyov menuturkan situasinya semakin buruk "dan jika kita tetap diam, itu akan berlangsung selamanya".

Kelompok OVD-Info, yang memantau penangkapan tokoh politik, mengatakan setidaknya 941 orang ditahan di Moskow dan lebih dari 350 orang ditahan dalam demonstrasi besar lainnya di St. Petersburg. Secara keseluruhan, disebutkan 3.454 orang ditangkap di sekitar 90 kota.



Jika permintaan mereka tidak dipenuhi, pendukung Navalny mengancam akan kembali menggelar aksi protes pada akhir pekan depan.

Navalny ditangkap Minggu (17/1) ketika ia baru kembali dari Jerman. Sebelumnya dia menghabiskan waktu lima bulan di Jerman untuk memulihkan diri dari keracunan zat saraf.

Navalny menuduh peracunan tersebut didalangi oleh Kremlin. Hal itu didasarkan pada laporan laboratorium di Jerman, Prancis, dan Swedia, serta tes oleh Organisasi Pelarangan Senjata Kimia menetapkan bahwa ia terpapar zat saraf Novichok yang dikembangkan di era Soviet.

Tuduhan itu disangkal oleh pihak berwenang Rusia. Selain itu, pihak tersebut menuturkan Navalny melanggar persyaratan hukuman percobaan dalam hukuman pidana 2014 dengan tinggal di Jerman. Sementara Navalny menyebut hukuman itu sebagai tuduhan yang dibuat-buat.

Aktivis berusia 44 tahun itu akan menghadapi sidang pengadilan pada awal Februari dengan tuduhan penipuan dan pencucian uang, serta berpotensi dihukum tiga setengah tahun penjara.


(ans/chs)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER