Dua Kapal China Terobos Pulau Senkaku, Jepang Protes Keras

CNN Indonesia | Senin, 08/02/2021 15:24 WIB
Jepang protes ke China setelah dua kapal Tiongkok menerobos masuk ke perairan Pulau Senkaku atau Diaoyu di Laut China Timur yang disengketakan. Ilustrasi kapal penjaga pantai China. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jepang melayangkan protes ke China setelah dua kapal Tiongkok menerobos masuk ke perairan Pulau Senkaku atau Diaoyu di Laut China Timur yang disengketakan.

Kapal penjaga pantai China dilaporkan menerobos masuk dan mendekati kapal penangkap ikan Jepang.

Juru Bicara Pemerintah Jepang Katsubonu Kato mengatakan dua kapal penjaga pantai China memasuki perairan Pulau Senkaku pada hari Sabtu dan Minggu.


"Kami melakukan protes keras melalui jalur diplomatik baik di Tokyo dan Beijing, dengan keras menuntut agar mereka segera berhenti mendekati kapal penangkap ikan Jepang, dan mendesak mereka segera meninggalkan perairan teritorial," kata Kato, Senin (8/2) seperti dikutip dari AFP.

Menurut dia, kapal penjaga pantai China mengabaikan peringatan Jepang dan desakan untuk keluar dari kawasan itu.

"Jepang tidak pernah bisa mentolerir tindakan seperti itu," ujar Kato.

Kapal penjaga pantai China dilaporkan kerap memasuki kawasan perairan di sekitar pulau Senkaku yang dikuasai Jepang. China menyebut pulau itu sebagai Diaoyu dan mengklaim menjadi wilayah kedaulatan mereka.

Ketegangan terbaru ini terjadi setelah pemerintah China menerbitkan undang-undang baru yang isinya memperbolehkan kapal penjaga pantai mereka menembaki kapal asing yang berpotensi mengancam wilayah perairannya.

Di bawa kepemimpinan Presiden Xi Jinping, China kerap mengirim kapal penjaga pantai ke sekitar pulau-pulau yang disengketakan.

Tahun lalu, kapal China berada di zona yang berdekatan dari pulau-pulau kecil tersebut selama total 333 hari, terlama sepanjang masa.

Selain sengketa teritorial dengan Jepang, Beijing mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan.

Klaim sepihak itu bertabrakan dengan wilayah perairan sejumlah negara Brunei, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

China mengabaikan keputusan pengadilan internasional tahun 2016 yang menolak klaim Tiongkok di Laut China Selatan.

Jepang sendiri melihat perkembangan militer dan sikap agresif China di Laut China Timur dan Selatan sebagai ancaman.

(dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK