Kapal Selam Prancis Patroli di Laut China Selatan

CNN Indonesia | Selasa, 09/02/2021 13:40 WIB
Sebuah kapal selam bertenaga nuklir Angkatan Laut Prancis baru-baru ini melakukan patroli melewati Laut China Selatan. Kapal selam bertenaga nuklir Emeraude milik Angkatan Laut Prancis. (AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah kapal selam bertenaga nuklir Angkatan Laut Prancis baru-baru ini melakukan patroli melewati Laut China Selatan.

Mengutip AFP, hal itu kemungkinan besar bakal membuat pemerintah China geram.

Menteri Pertahanan Prancis, Florence Parly, mencuit di akun Twitter dan menyatakan terkesan dengan patroli kapal selam SNA Emeraude yang dilakukan di Laut China Selatan.


"Patroli luar biasa ini baru saja menyelesaikan lintasannya di Laut China Selatan. Bukti nyata dari kemampuan Angkatan Laut Prancis untuk ditempatkan di tempat yang jauh (dari Prancis) dan dalam jangka waktu yang lama bersama dengan mitra strategis kami, Australia, Amerika, dan Jepang," cuitnya disertai gambar dua kapal selam di laut.

China mengklaim hampir semua wilayah di laut China Selatan. Sementara Taiwan, Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia dan Vietnam juga mengklaim sebagian kawasan itu, yang diyakini menyimpan banyak cadangan minyak dan gas.

Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat juga berada di perairan itu dengan misi "kebebasan navigasi". Hal tersebut dilakukan untuk menegaskan penolakan AS atas klaim China di Laut China Selatan.

Pekan lalu, kapal perusak kelas Arleigh-Burke Angkatan Laut AS, USS John S. McCain, berlayar di sekitar pulau-pulau yang menjadi sengketa di Laut China Selatan.

China menyatakan kapal perang AS berlayar melalui Selat Taiwan dan mereka memberikan peringatan.

Prancis merupakan salah satu anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang memiliki zona eksklusif ekonomi di Pasifik dan menekankan dalih kebebasan navigasi di wilayah untuk menancapkan pengaruh di perairan itu.

Akan tetapi sampai saat ini belum diketahui apakah Prancis juga akan terlibat, seperti Amerika Serikat, dalam sengketa di Laut China Selatan.

"Mengapa misi seperti itu? Untuk memperkaya pengetahuan kami tentang wilayah dan menegaskan hukum internasional adalah satu-satunya hukum yang berlaku di laut manapun, tempat kami berlayar," cuit Parly.

Patroli kapal selam Prancis dilakukan setelah pelantikan Presiden AS, Joe Biden.

Pada April 2019, kapal Angkatan Laut China mengusir kapal perang fregat Prancis, Vendemiaire, untuk meninggalkan Selat Taiwan.

(isa/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK