Bebas dari Covid, Warga Wuhan Belanja Kebutuhan Imlek

vin, CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 19:23 WIB
Warga Wuhan mulai merasakan kehidupan normal dengan berbelanja ke toko dan pasar untuk kebutuhan perayaan Tahun Baru Imlek. Warga Wuhan menikmati kehidupan normal dengan berbelanja jelang perayaan Imlek. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Toko-toko dan jalan-jalan di pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei dipadati orang-orang yang hendak berbelanja kebutuhan Tahun Baru Imlek. Denyut kehidupan di kota Wuhan mulai kembali normal setelah ditutup total karena pandemi virus corona setahun silam.

Segala lini kehidupan kini hampir kembali normal di Wuhan. Sebagian besar daerah telah dinyatakan bebas dari Covid-19.

Warga telah dibolehkan keluar rumah untuk berbelanja makanan dan dekorasi jelang perayaan Tahun Baru Imlek. Kendati demikian, pemerintah tetap mengharuskan warga untuk mengenakan masker ketika keluar rumah.


Pembeli dan penjual di Wuhan mengaku senang lantaran kini kehidupan mereka mulai kembali normal.

"Saya merasa senang. Tahun lalu, kami hanya tinggal di rumah tanpa melakukan apa-apa atau tidur di rumah setiap hari. Tahun ini, meski kami masih harus memakai masker, jauh lebih baik," kata Song Bo, seorang warga Wuhan.

Beberapa pemilik toko juga mengaku optimis dengan kondisi Wuhan yang pulih usai melewati masa-masa sulit penularan virus corona.

"Ketika kota ditutup [setahun lalu], tidak ada seorang pun di jalan. Sekarang, bisnis pulih dan saya puas dengan penjualan saya," kata Li Hong Gang, seorang penjual lentera.

Mengutip Reuters, kondisi Wuhan usai lockdown setahun silam tetap terasa efeknya hingga saat ini bagi pedagang di pasar basah.

Seorang penjual kacang di pasar mengaku hingga kini penjualannya masih belum pulih. Kendati jelang libur Imlek, Wo Xiuhong mengatakan efek lockdown masih terasa pada penjualan di tokonya.

Penjualan harian di toko Wu telah menurun dalam setahun terakhir. Biasanya jelang libur Imlek ia bisa mengantongi pemasukan hingga 40 ribu yuan, tapi kini telah turun lebih dari setengahnya.

"Ini menyedihkan. Tahun ini terlalu buruk. Kami dulu memiliki 10 staf, tetapi tahun ini kami bisa melayani pembeli toko hanya dengan empat orang," kata Wu.

Setahun lalu pemerintah China memberlakukan lockdown ketat yang mengharuskan warga untuk tetap tinggal di rumah dan melarang adanya kumpul-kumpul, meski untuk merayakan Imlek.

Kendati kehidupan mulai normal, pemerintah China tetap melarang warga untuk mudik ke kampung halaman saat perayaan Imlek demi menghindari penyebaran Covid-19.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK