Cara Biden Turunkan Kasus Infeksi Virus Corona di AS

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 12:50 WIB
Presiden Joe Biden membuat sejumlah kebijakan untuk membantu menurunkan kasus infeksi virus corona di Amerika Serikat. Presiden AS Joe Biden membuat sejumlah kebijakan untuk menurunkan kasus Covid-19. (Foto: AP/Carolyn Kaster)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sejak masa kampanye hingga resmi dilantik pada 20 Januari membuat sejumlah gebrakan untuk menunjukkan keseriusannya menangani penyebaran virus corona. Biden membuat sejumlah kebijakan lantaran setahun terakhir mantan presiden Donald Trump kerap meremehkan penyebarannya yang dianggap sebagai sebuah kegagalan dalam menangani pandemi.

Selain mengeluarkan stimulus ekonomi, Biden juga dituntut untuk menurunkan kasus penyebaran virus corona di AS melalui program pengetesan massal dan vaksinasi. Data statistik mencatat hingga saat ini AS memiliki 27.695.000 kasus dan 486.332 kematian akibat Covid-19.

Wajibkan pakai masker


Hanya berselang dua hari setelah dilantik, Biden menandatangani kebijakan yang mengharuskan pemakaian masker dan karantina bagi pelancong yang menggunakan pesawat, bus, dan kereta domestik untuk melakukan karantina.

Biden menyebut upaya itu dilakukan 'di masa perang' untuk memerangi infeksi virus corona yang telah menewaskan lebih dari 408 ribu jiwa.

"Selain memakai masker, semua orang yang terbang ke Amerika Serikat dari negara lain perlu melakukan tes sebelum mereka naik pesawat, sebelum berangkat, dan dikarantina ketika mereka tiba di Amerika," kata Biden kepada awak media di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (21/1).

Biden juga mewajibkan penduduk AS berusia 2 tahun atau lebih untuk menyertakan hasil pemeriksaan yang menyatakan mereka negatif Covid-19 tiga hari sebelum berangkat. Selain itu, warga asing yang berkunjung ke AS harus melakukan tes sebelum berangkat, sebelum naik pesawat dan harus melakukan karantina ketika tiba di Amerika.

Penduduk Afrika Selatan juga dilarang berkunjung oleh pemerintah Biden untuk sementara waktu, karena di negara tersebut muncul penyebaran virus corona jenis baru.

Testing dan vaksinasi

Bukan hanya mewajibkan pemakaian masker, Biden juga menambah vaksinasi selama 100 hari pertama ia menjabat. Biden juga turut memperluas pengetesan melalui layanan drive thru di seluruh negeri, membuka kembali sekolah, dan membangun kepercayaan publik lewat serangkaian program lainnya.

Pemerintahan baru AS juga berencana menerapkan undang-undang darurat untuk meningkatkan hasil industri vaksin dan pasokan medis lainnya. Di bawah Undang-Undang Produksi Pertahanan, pemerintahan Biden sementara ini menyiapkan ribuan lokasi tes dan vaksinasi massal.

Sejauh ini pemerintah federal telah mendistribusikan lebih dari 35,9 juta dosis vaksin Pfizer dan Moderna ke negara bagian.

Pemulihan ekonomi

Sehari sebelum pelantikan, Biden mengusulkan pencairan paket stimulus tambahan sebesar US$ 1,9 triliun untuk menghadapi tekanan ekonomi akibat pandemi. Stimulus yang ditawarkan berupa tunjangan pengangguran, rumah tangga, dan bantuan tambahan untuk usaha mikro.

Mengutip CNN, Biden pernah menelpon seorang perempuan dari California, Michele untuk dijanjikan pekerjaan. Diketahui, perempuan tersebut kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19.

Biden mengaku prihatin atas perjuangan ekonomi yang dihadapi banyak orang Amerika sebagai motivasi pendorong dibalik undang-undang bantuan yang yang dipandang tak hanya sebagai upaya mendorong angka pertumbuhan ekonomi, namun juga membantu memulihkan rasa bangga dan tujuan bagi orang Amerika.

Presiden AS itu berencana menciptakan setidaknya 5 juta lapangan pekerjaan di sektor manufaktur. Ia juga akan menginvestasikan US$400 untuk proses pengadaan sehingga diharapkan mampu mendorong permintaan produk dan jasa layanan AS.

(isa/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK