Rusia Bekuk 19 Teroris Diduga terkait Pendirian Negara Islam

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 22:47 WIB
Aparat Rusia menangkap 19 orang terduga teroris yang diduga berencana melakukan serangan di wilayah Kaukasus Utara. Ilustrasi. Aparat Rusia menangkap 19 orang terduga teroris diduga berencana melakukan serangan di wilayah Kaukasus Utara. (Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Intelijen Rusia FSB menangkap 19 orang terduga teroris yang diduga berencana melakukan serangan di wilayah Kaukasus Utara dan mendirikan negara Islam.

Dalam penggerebekan itu, aparat menyita rompi berisi bahan peledak yang diduga untuk aksi bom bunuh diri, rangkaian bom, dan sejumlah senapan otomatis.

Mereka menyatakan 19 tersangka teroris itu anggota kelompok Takfir Wal-Hijra yang menyebar di wilayah Rostiv, Krasnodar, Karachay-Cherkessia, hingga Krimea yang dicaplok Rusia dari Ukraina pada 2014 lalu.


Dikutip dari AFP, FSB menyebut para tersangka memiliki misi mendirikan kekhalifahan atau negara Islam.

"Selain menyebarkan propaganda ideologis dan merekrut pengikut baru, mereka merencanakan tindakan sabotase dan serangan teror di Kaukasus Utara," kata FSB.

Kepada kantor berita Rusia, FSB menuding para tahanan mengatur dan berpartisipasi dalam kegiatan kelompok ekstremis.

Rekaman video penahanan yang dirilis kantor berita RIA Novosti menunjukkan tim FSB menggerebek sebuah apartemen dan menangkap belasan orang.

Ini merupakan rencana teror pertama yang berhasil digagalkan Rusia dalam beberapa waktu terakhir. Dikutip dari Reuters, Rusia memang pernah menjadi target beberapa serangan teroris termasuk serangan teror di kereta bawah tanah St. Petersburg pada 2017.

Sementara itu, dalam beberapa tahun terakhir serangan teroris yang menargetkan aparat keamanan Rusia terjadi di beberapa wilayah Kaukasus Utara.

Aparat Rusia sendiri secara rutin mengumumkan operasi untuk membasmi kelompok yang dicurigai sebagai sel-sel kelompok Islamis, terutama di bagian selatan negara itu dan di Republik Chechnya yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Kelompok pejuang HAM pun menuding Presiden Republik Chechnya Ramzan Kadyrov, yang dilantik atas dasar penunjukan dari Putin, menggunakan isu Islamisme untuk membungkam perbedaan pendapat di wilayah itu.

Represi Presiden Vladimir Putin terhadap pemberontak Islam di Chechnya pada tahun 1999 diketahui membantu meningkatkan popularitas awal orang kuat di level daerah yang pernah dilanda perang itu.

(rds/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK