Netanyahu-Biden Ngobrol 1 Jam, Diklaim Hangat dan Bersahabat

CNN Indonesia | Kamis, 18/02/2021 06:01 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu berbicara untuk pertama kalinya dengan Presiden AS Joe Biden sejak dilantik. PM Israel Benjamin Netanyahu akhirnya bicara via telepon dengan Presiden AS Joe Biden. (Foto: ABIR SULTAN / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dengan Joe Biden untuk pertama kalinya sejak presiden AS itu resmi dilantik, Rabu (17/2).

"Pembicaraan itu sangat hangat dan bersahabat serta berlangsung selama kurang lebih 1 jam," menurut pernyataan penasihat media Netanyahu, dikutip dari AFP.

Sebelumnya, internal Partai Likud, partai pengusung Netanyahu, sempat menyiratkan rasa frustrasi karena presiden baru AS itu belum juga bercakap setelah empat pekan pelantikannya.


Sebelum dilantik sebagai Presiden AS, Biden telah berbicara dengan Netanyahu pada 17 November, dua pekan setelah pemilihan presiden di mana dia mengalahkan Donald Trump, yang merupakan pendukung kuat perdana menteri sayap kanan Israel itu.

Dalam pidato kebijakan besar pertamanya, Biden bahkan tidak menyebut Israel saat dia berbicara tentang upayanya untuk memperkuat aliansi AS.

Danny Danon, kepala sayap global Partai Likud Netanyahu, baru-baru ini berkicau soal daftar percakapan Biden dengan para pemimpin dan bertanya, "Mungkinkah sekarang saatnya untuk menelepon pemimpin Israel, sekutu terdekat AS?"

Pernyataan penasihat media Netanyahu juga menyebut, dalam percakapan itu, kedua pihak akan bekerja sama untuk terus memperkuat aliansi yang kokoh antara Israel dan AS.

Perdana menteri Israel dan presiden AS juga "membahas kemajuan masa depan perjanjian perdamaian, ancaman Iran dan tantangan regional, dan setuju untuk melanjutkan dialog mereka."

"Kedua pemimpin itu memperlihatkan hubungan pribadi mereka yang sudah terjalin sejak lama," pernyataan itu menambahkan.

Pendahulu Biden, Trump, telah mengambil langkah kebijakan yang sangat berpihak pada Israel, seperti memindahkan kedutaan AS ke Yerussalem, sebuah langkah yang melanggar konsensus internasional selama puluhan tahun.

Hal itu juga membuat marah rakyat Palestina, yang menganggap Yerusalem timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Trump juga secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang disepakati antara Iran dan berbagai kekuatan dunia; sebuah langkah yang membuat Israel tersenyum karena selalu menentang pakta multilateral itu.

Infografis Hasrat Israel Caplok Tepi BaratInfografis Hasrat Israel Caplok Tepi Barat. (Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian)

Namun demikian, Biden telah mengisyaratkan kesediaan untuk bernegosiasi dengan Teheran untuk menyelamatkan perjanjian nuklir, yang telah digantung sejak AS menarik diri pada 2018.

Terpisah, Joe Biden, dalam pernyataan resmi Gedung Putih, mengatakan kepada Netanyahu bahwa dirinya bermaksud untuk memperkuat kerja sama pertahanan dengan Israel dan menegaskan komitmennya yang teguh terhadap keamanan Israel.

Biden juga, lanjut pernyataan itu, "menekankan dukungan AS soal normalisasi hubungan antara Israel dan negara-negara di dunia Arab dan Muslim belakangan ini".

Covid-19

Dalam panggilan telepon itu, kata pernyataan penasihat media itu, "Biden juga memuji Netanyahu atas kepemimpinannya dalam perang melawan virus corona".

Israel diketahui telah melangkah maju dalam upaya vaksinasi melawan Covid-19. Negara berpenduduk sekitar 9 juta orang itu pada Selasa (16/2) mengirimkan vaksin Pfizer/BioNTech kepada 4 juta warganya.

Lebih dari 2,6 juta di antaranya telah menerima dosis kedua yang direkomendasikan untuk perlindungan maksimal.

(AFP/Reuters/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK