Taiwan Tuding China Halangi Pembelian Vaksin Corona BioNTech

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 20:25 WIB
Taiwan menuding China menghalangi rencana untuk membeli vaksin virus corona dari perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech. Taiwan menuding China menghalangi upaya membeli vaksin corona dari BioNTech. (Foto: iStockphoto/Roop_Dey)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taiwan menuding China menghalangi rencananya membeli vaksin virus corona (Covid-19) dari perusahaan bioteknologi asal Jerman, BioNTech.

Dalam wawancara radio, Menteri Kesehatan Chen Shih-chung, mengatakan Taiwan dan BioNTech sedikit lagi hampir menandatangani kesepakatan pembelian 5 juta dosis vaksin pada Desember lalu. Namun, ia menuturkan BioNTech tiba-tiba mundur dari kesepakatan itu.

"Dalam proses negosiasi kesepakatan pembelian, saya selalu khawatir bahwa akan ada pihak asing yang ikut campur," kata Chen tanpa menyebutkan China secara langsung dalam wawancara itu.


"Kami percaya bahwa ada tekanan politik. Kami sudah mempersiapkan pernyataan pers (terkait pembelian vaksin BioNTech). Tetapi beberapa orang tak ingin Taiwan gembira," paparnya menambahkan.

Mengutip CNN, tudingan itu muncul ketika Taiwan dikabarkan menolak membeli vaksin corona dari Shanghai Fosun Pharmaceutical Group yang merupakan agen umum BioNTech di China.

Secara terpisah, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Ma Xiaoguang, membantah telah menghalangi kesepakatan pembelian vaksin Taiwan-BioNTech.

Ma mengatakan tuduhan Beijing telah campur tangan dalam penjualan vaksin BioNTech ke Taiwan "adalah murni rekayasa".

Vaksin BioNTech yang diproduksi secara global berkolaborasi dengan perusahaan farmasi AS, Pfizer, memang menjadi yang pertama mendapat lisensi penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Ma malah menuduh China mencoba "mengelak" dari tawaran Shanghai Fosun untuk membeli yang dijualnya.

Shanghai Fosun, perusahaan farmasi berbasis di China, menandatangani perjanjian "kolaborasi strategis" dengan BioNTech pada Maret lalu.

Perjanjian itu memberikan hak Shanghai Fosun untuk mengembangkan dan menjual vaksin BioNTech di seluruh China, termasuk wilayah otonominya seperti Hong Kong, Makau, hingga Taiwan.

Sementara itu, Taipei mengatakan tidak pernah berhubungan dengan Shanghai Fosun. Taiwan menuturkan selama ini berkomunikasi langsung dengan BioNTech di Jerman.

Menkes Chen mengatakan BioNTech juga tidak pernah meminta Taiwan bernegosiasi dengan Shanghai Fosun.

Hingga kini, baik Shanghai Fosun atau perusahaan farmasi terkemuka Taiwan, TTY Biopharm, yang terlibat negosiasi pembelian vaksin BioNTech, belum mengeluarkan komentar terkait isu ini.

Namun, melalui pernyataan, BioNTech mengatakan masih berdiskusi dengan Taiwan soal pembelian vaksin ini.

"BioNTech berkomitmen membantu mengakhiri pandemi di dunia dan kami bermaksud memasok Taiwan dengan vaksin kami sebagai bentuk komitmen global ini," kata BioNTech.

(evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK