Virus Ebola yang Merebak Lagi di Kongo Sudah Renggut 4 Nyawa

CNN Indonesia | Selasa, 23/02/2021 09:45 WIB
Sudah empat orang meninggal di Republik Demokratik Kongo setelah wabah virus ebola kembali merebak. Ilustrasi penanganan pasien infeksi virus ebola di Republik Demokratik Kongo. (John WESSELS / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sampai saat ini tercatat sudah empat orang meninggal di Republik Demokratik Kongo setelah wabah virus ebola kembali merebak.

"Kami mencatat ada enam pasien infeksi ebola. Empat orang yang terinfeksi meninggal," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kivu Utara, Eugene Syalita, seperti dilansir AFP, Senin (22/2).

Menurut catatan Syalita, dua pasien infeksi ebola meninggal pada awal Februari. Sedangkan dua lainnya masing-masing meninggal para Jumat dan Sabtu pekan lalu.


Seluruh pasien infeksi ebola itu dirawat di pusat perawatan khusus di Katwa, dekat kota Butembo.

Menurut Syalita, salah satu yang menghambat pemberantasan virus ebola adalah sikap penduduk yang menolak kediaman mereka disemprot disinfektan.

"Sejumlah keluarga menolak rumah mereka disemprot disinfektan, atau menguburkan kerabat mereka yang meninggal akibat ebola dengan protokol kesehatan. Masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa ebola muncul lagi," lanjut Syalita.

Program vaksinasi ebola di Kongo dan negara sekitarnya mulai digelar pada pekan lalu.

Wabah itu juga muncul lagi di Guinea dan sudah menewaskan lima orang. Sejak 2013 hingga 2016, virus ebola menewaskan lebih dari 11.300 orang di Guinea, Liberia, Sierra Leone.

Kabar kematian penduduk akibat virus Ebola menambah pelik situasi di Republik Demokratik Kongo. Sebab, mereka juga tengah menghadapi pandemi virus corona.

Wabah virus Ebola terakhir yang merebak di kawasan timur Republik Demokratik Kongo terjadi pada 1 Agustus 2018 sampai 25 Juni 2020. Epidemi itu merenggut nyawa 2.277 orang.

Jumlah korban meninggal akibat wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo juga menjadi yang tertinggi kedua sejak penyakit itu ditemukan 44 tahun lalu.

Penyakit itu pertama kali ditemukan pada 1976. Namanya diambil dari sebuah sungai di negara bekas jajahan Belgia, Zaire.

Negara itu runtuh akibat perang saudara dan namanya berganti menjadi Republik Demokratik Kongo.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK