Dapat Kiriman Vaksin Covid, PM Thailand Terima Kasih ke China

dea, CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 01:15 WIB
Thailand menerima 200 ribu dosis vaksin corona yang dikembangkan Sinovac Biotech, CoronaVac. Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha. (AP Photo/Sakchai Lalit)
Jakarta, CNN Indonesia --

Thailand menerima 200 ribu dosis vaksin corona yang dikembangkan Sinovac Biotech, CoronaVac. Pengiriman tahap pertama vaksin Covid-19 buatan perusahaan China itu akan digunakan untuk inokulasi beberapa hari mendatang.

Selain Sinovac, Thailand juga akan menggunakan AstraZeneca untuk vaksinasi.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha akan menjadi orang pertama disuntik vaksin yang akan dilakukan pada akhir pekan ini. Sebagian besar vaksin akan diprioritaskan bagi tenaga medis.


"Terima kasih kepada Republik Rakyat China yang telah mengirimkan vaksin bulan ini dan bulan-bulan berikutnya," kata Prayuth di landasan pacu Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Rabu (24/2) seperti dikutip dari Reuters.

Ratusan ribu dosis vaksin itu dibawa dari China dengan menggunakan pesawat Thai Airways.

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul sebelumnya mengatakan sebanyak 117 ribu dosis vaksin AstraZeneca akan tiba pada hari Rabu dan Prayuth akan menjadi salah satu penerima pertama.

Thailand menargetkan menyuntikkan 1,8 juta dosis CoronaVac pada bulan Maret dan April kepada petugas kesehatan dan kelompok berisiko.

Thailand sejauh ini memang tidak dihantam parah pandemi. Hingga saat ini negara itu mencatatkan sekitar 25 ribu kasus Covid..

Kedatangan vaksin ini terjadi di tengah kritik publik yang menyoroti lambatnya gerakan pemerintah dalam mengamankan vaksin.

Thailand berencana memulai imunisasi massal pada Juni mendatang. Pemerintah menargetkan menyuntikkan 10 juta dosis dalam sebulan.

Dalam vaksinasi massal itu, Thailand menggunakan 26 juta suntikan vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh perusahaan lokal Siam Bioscience. Mereka juga telah memproduksi 35 juta dosis cadangan.

Pemerintah berharap bisa memvaksinasi lebih dari setengah populasi orang dewasa tahun ini.

"Kami akan memperoleh lebih banyak saat kami memproduksinya sehingga cukup untuk menciptakan kekebalan kawanan di negara kami," kata Prayuth.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK