Aktivis Thailand Ditangkap karena Dituduh Bakar Foto Raja

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 19:32 WIB
Seorang aktivis anti pemerintah ditangkap polisi karena dituduh membakar foto Raja Thailand Maha Vajirolongkor. Dia dianggap menghina monarki. Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. (AFP/SUKHUM PREECHAPANICH)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang aktivis anti pemerintah ditangkap polisi karena dituduh membakar foto Raja Thailand Maha Vajirolongkor, Rabu (3/2). Dia dianggap menghina monarki.

Musisi dan aktivis Chaiamorn "Ammy" Kaewwiboonpan (32) ditangkap di provinsi Ayutthaya di utara Bangkok.

Ia dituduh membakar foto tersebut pada hari Minggu (28/2) di depan penjara Bangkok, lokasi empat aktivis ditahan.


"Kami memiliki saksi dan bukti forensik," kata kepala polisi Bangkok Pakapong Pongpetra pada konferensi pers, mengutip Reuters.

Ia juga mengatakan Chaiamorn bukan satu-satunya orang yang dicurigai terlibat.

Chaiamorn didakwa melakukan pembakaran dan pelanggaran terhadap properti pemerintah. Hukuman yang diberikan pada Chairmorn merujuk pada hukum lese majeste: Undang-untuk menjerat para aktivis Thailand yang melawan kerajaan. Jika terbukti bersalah, musisi itu akan dihukum 15 tahun penjara.

Pengacara Chairmorn, Sasinan Thamnithinan, mengatakan dia akan diberikan akses ke Chaiamorn pada hari Rabu, ketika polisi memeriksa kliennya.

Protes berbulan-bulan terhadap Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha juga di luar kebiasaani dengan menyerukan reformasi monarki.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh kelompok bantuan hukum Pengacara Hak Asasi Manusia Thailand, setidaknya ada 61 orang didakwa dengan lese majeste.

Empat di antaranya adalah pemimpin protes terkemuka yang saat ini berada di penjara menunggu persidangan.

Pembakaran foto itu terjadi pada hari yang sama, beberapa jam sebelum pengunjuk rasa berbaris di pangkalan militer Bangkok. Para pedemo menyerukan kepada Raja agar menyerahkan kendali langsung atas unit militer oleh pemerintah Prayuth.

Demonstrasi itu merupakan bagian dari gerakan pro-demokrasi Thailand yang berlangsung sejak Juli menyerukan PM Prayuth turun dan mendesak penulisan ulang konstitusi rancangan militer.

Polisi menggunakan peluru karet, gas air mata, dan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa untuk pertama kalinya pada hari Minggu kemarin.

(isa/dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK