Penampungan Imigran Yaman Terbakar, 8 Orang Tewas, 170 Luka

CNN Indonesia | Senin, 08/03/2021 19:28 WIB
Sedikitnya delapan orang tewas dan 170 lainnya luka-luka akibat kebakaran di fasilitas penampungan imigran di Yaman, Minggu (7/3). Ilustrasi kebakaran. (Istockphoto/Anusak Rojpeetipongsakorn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sedikitnya delapan orang tewas dan 170 lainnya luka-luka akibat kebakaran di fasilitas penampungan imigran di Yaman, Minggu (7/3).

"Delapan orang dipastikan tewas, total korban tewas dilaporkan bisa jauh lebih tinggi," kata Direktur Regional Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Carmela Godeau.

Menurut IOM, dari 170 orang terluka, lebih dari 90 di antaranya berada dalam kondisi serius. IOM menyediakan perawatan kesehatan bagi para korban luka.


Badan migrasi PBB itu juga mendistribusikan makanan kepada mereka yang terdampak.

Godeau mengatakan belum jelas bagaimana kebakaran di pusat penampungan imigran di Ibu Kota Sanaa itu terjadi. "Ini hanyalah salah satu dari banyak bahaya yang dihadapi para imigran selama enam tahun terakhir krisis di Yaman," kata Godeau dikutip dari AFP.

Juga tidak diketahui ada berapa banyak imigran berada di fasilitas itu.

Dilansir dari Reuters, organisasi tersebut memperkirakan ribuan imigran terdampar di Yaman setelah pembatasan pergerakan diberlakukan karena pandemi virus corona di wilayah Teluk dan Tanduk Afrika.

Di samping pengungsi, sekitar 100.000 imigran tiba di Yaman setiap tahun melalui laut dari kawasan Tanduk Afrika dengan harapan dapat melakukan perjalanan ke utara menuju Arab Saudi yang kaya dan sekitarnya.

Kondisi Yaman semakin memprihatinkan sejak perang saudara antara pemberontak Houthidan pemerintah meletup pada 2015. Akibat peperangan itu, Yaman dilanda kelaparan dan wabah kolera pada 2016 sampai 2020.

Konflik itu telah merenggut puluhan ribu nyawa dan membuat jutaan orang mengungsi. PBB menyebut krisis kemanusiaan di Yaman sebagai yang terburuk di dunia.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK