Pemberontak Houthi Serang Rudal Kilang Minyak Arab Saudi

CNN Indonesia | Sabtu, 06/03/2021 00:02 WIB
Pemberontak Houthi Yaman mengaku menembakkan rudal lintas batas ke kilang minyak Arab Saudi, di Jeddah. Ilustrasi rudal. (Istockphoto/ Aapsky)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemberontak Houthi Yaman mengaku menembakkan rudal lintas benua ke kilang minyak Arab Saudi, di Jeddah.

Serangan rudal itu disampaikan oleh juru bicara militer Houthi pada hari Kamis, (4/3).Namun otoritas Saudi belum memberikan komentar.

Juru bicara militer Houthi Yahya Sarea mengatakan melalui akun Twitternya, serangan itu terjadi menjelang matahari terbit menggunakan rudal Quds-2 bersayap dan mengenai sasaran. Namun dia tak menjelaskan lebih lanjut.


Dia memposting gambar dengan koordinat yang tampaknya adalah pabrik distribusi produk minyak bumi di Jeddah.

Kilang minyak itu adalah bagian dari fasilitas perusahaan Saudi Aramco. Sebuah perusahaan minyak nasional Arab Saudi. Fasilitas perusahaan itu sebagian besar terletak di Provinsi Timur Arab Saudi.

Sementara itu Aramco mengatakan bahwa serangan itu menghantam tangki penyimpanan tetapi tidak mempengaruhi pasokan.

Houthi baru-baru ini meningkatkan serangan drone dan rudal lintas batas di kota-kota Saudi, sebagian besar menargetkan Arab Saudi selatan. Namun pasukan Koalisi mengatakan mereka berhasil mencegat sebagian besar serangan.

Serangan yang kerap terjadi membuat pihak internasional turun tangan.

Selama beberapa tahun belakangan, Houthi memang kerap melancarkan serangan ke Saudi, terutama setelah Riyadh membentuk koalisi untuk menggempur kelompok pemberontak tersebut.

Saudi mulai mengintervensi perang di Yaman sejak 2015, ketika Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi terpaksa kabur setelah Houthi menduduki Istana Kepresidenan di Sanaa.

Konflik ini disebut-sebut sebagai perang proksi antara Saudi dan Iran di kawasan karena sejumlah pihak menuding Teheran menyokong pergerakan Houthi.

Namun Houthi menyangkal menjadi boneka Teheran dan mengatakan mereka memerangi sistem yang korup.

AS dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperbarui upaya perdamaian lantaran pertempuran yang juga meningkat di wilayah Marib, wilayah yang kaya akan gas di Yaman.

(isa/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK