KILAS INTERNASIONAL

Sawit RI Menang hingga Junta Myanmar Tolak Jadi Boneka China

CNN Indonesia | Selasa, 09/03/2021 06:36 WIB
Sawit Indonesia menang referendum warga Swiss hingga militer Myanmar tak mau jadi boneka China, ramaikan berita internasional, Senin (8/3). Ilustrasi kelapa sawit. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Senin (8//3). Mulai dari Sawit Indonesia menang referendum warga Swiss hingga militer Myanmar tak mau jadi boneka China.

1. Sawit Indonesia Menang Referendum Warga Swiss

Swiss menghapus bea masuk sawit asal Indonesia setelah menang dalam referendum usai mengantongi 51,6 persen suara.

Kesepakatan ini juga bertujuan untuk memfasilitasi penghapusan bea masuk atas ekspor Swiss seperti produk keju, farmasi, dan jam tangan.


Produk sawit asal Indonesia nantinya bisa dijual di pasar Swiss bebas bea cukai. Penurunan tarif juga direncanakan untuk produk pertanian tertentu, khususnya minyak sawit, yang mana Indonesia merupakan penghasil dan pengekspor terbesar di dunia.

Mereka yang mendukung referendum termasuk penentang globalisasi, partai sayap kiri dan beberapa organisasi non-pemerintah (LSM).

Argumen mereka menentang kesepakatan perdagangan bebas bea sebagian besar karena faktor lingkungan. Budidaya kelapa sawit, menurut para penentang memicu kerusakan hutan hujan.

2. India Perketat Perbatasan Halau Warga Myanmar yang Kabur

Pasukan keamanan India memperketat pengamanan di perbatasan demi mencegah masuk warga Myanmar yang ingin kabur dari pemerintahan junta militer.

Peningkatan keamanan di perbatasan dilakukan India setelah beberapa warga dan polisi Myanmar kabur melalui perbatasan untuk mencari perlindungan diri dari junta militer.

"Sampai sekarang kami tidak mengizinkan siapa pun masuk," kata pejabat senior pemerintahan distrik Champhai, negara bagian Mizoram, Maria Zuali, kepada Reuters pada Senin (8/3).

Zauli mengatakan tentara dan polisi India terus dikerahkan ke perbatasan dengan Myanmar sejak Jumat pekan lalu.

3. Militer Myanmar Tak Mau Jadi Boneka China, Ingin Dekat ke AS

Para jenderalMyanmar dilaporkan berniat menjauhkan diri dariChina dan berusaha meningkatkan hubungan dengan Amerika Serikat.

Pelobi Israel-Kanada yang disewa junta militer Myanmar Ari Ben Menashe mengatakan para jenderal juga berusaha meninggalkan politik setelah kudeta.

Dalam wawancara via telepon, Ben-Menashe menyampaikan bahwa dia dan perusahaannya Dickens & Madson Canada disewa oleh jenderal Myanmar untuk membantu berkomunikasi dengan Amerika Serikat dan negara lain yang dia sebut "salah paham" dengan junta.

Dia mengatakan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi sejak 2016 membangun hubungan yang terlalu dekat dengan China agar disukai para jenderal.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK