10 Tahun Perang Saudara Suriah, 388 Ribu Orang Tewas

CNN Indonesia | Selasa, 16/03/2021 09:12 WIB
Perang saudara di Suriah yang telah berlangsung selama 10 tahun menewaskan setidaknya 388.652 orang. Ilustrasi perang saudara di Suriah. (AFP PHOTO / AMER ALMOHIBANY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perang saudara di Suriah yang telah berlangsung selama 10 tahun menewaskan setidaknya 388.652 orang.

Lembaga pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) pada Minggu (14/3) melaporkan, dari seluruh korban tewas itu, 117.388 di antaranya merupakan warga sipil, termasuk 22 ribu anak-anak.

Konflik di Suriah terjadi sejak perang saudara di sana pecah tahun 2011.


Dalam konflik Suriah sendiri, rezim pemerintah Presiden Bashar al-Assad dibantu Rusia dan Iran. Sedangkan Turki bersama Amerika Serikat serta sekutu dari Eropa dan Arab membantu beberapa faksi pemberontak berbeda yang berusaha menggulingkan rezim.

Seperti dikutip dari AFP, SOHR menegaskan semua pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah bertanggung jawab.

Namun kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris itu menyebut rezim Suriah dan pasukan sekutunya bertanggung jawab atas sebagian besar kematian warga sipil.

Sebelumnya, dalam laporan yang rilis Desember lembaga pemantau itu mencatat korban tewas lebih dari 387 ribu jiwa.



Kepala SOHR Rami Abdel Rahman mengatakan tahun 2020 merupakan jumlah kematian tahunan terendah sejak perang dimulai dengan lebih dari 10.000 kematian.

Pertempuran melambat tahun ini ketika gencatan senjata diadakan di Suriah barat laut dan perhatian beralih ke penanggulangan pandemi virus corona.

Observatorium juga mendokumentasikan setidaknya 16.000 kematian di penjara dan pusat penahanan pemerintah sejak konflik meletus pada 2011. Mereka dipenjara lantaran melakukan protes anti-pemerintah.

Namun, jumlah korban sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena penghitungan tidak termasuk 88.000 orang yang diyakini meninggal karena penyiksaan di penjara rezim.


Perang saudara itu juga telah memaksa lebih dari setengah populasi negara terpaksa meninggalkan rumah mereka dan sekitar 200 ribu orang hilang.

Saat ini, pemerintah Damaskus mengendalikan lebih dari 60 persen Suriah setelah serangkaian kemenangan yang didukung Rusia melawan milisi dan pemberontak sejak 2015.

Sementara itu, Idlib merupakan wilayah kantong pemberontak terakhir, sepanjang perbatasan utara dikuasai Turki, dan bagian timur laut negara dikuasai oleh pasukan Kurdi yang didukung AS.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK