Iran Kecam Serangan Udara AS ke Milisi Syiah di Suriah

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 08:51 WIB
Iran mengecam serangan udara Amerika Serikat terhadap milisi Syiah di Suriah pada pekan lalu. Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. (FABRICE COFFRINI / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengecam serangan udara Amerika Serikat terhadap milisi Syiah di Suriah pada pekan lalu.

Akan tetapi, mereka menolak bertanggung jawab atas serangan roket yang diarahkan ke kompleks kedutaan besar AS di Irak.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, di sela-sela kunjungan ke Irak pada akhir pekan lalu. Dikutip kantor berita Iran, IRNA, Zarif mengatakan mengecam serangan udara AS karena ilegal dan melanggar kedaulatan Suriah.


"Zarif menduga serangan yang baru-baru ini terjadi di Irak dicurigai dilakukan untuk merusak hubungan diplomatik antara Irak dan dan Iran, serta mengganggu keamanan dan stabilitas Irak," demikian isi laporan IRNA seperti dikutip Reuters, Senin (1/3).

"Kami mendesak pemerintah Iran mencari pelaku serangan itu," kata Zarif dalam laporan itu.

Pekan lalu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani, menyatakan serangan AS terhadap milisi Kataib Hizbullah justru bisa memicu kelompok teroris ISIS yang berada di Suriah kembali bangkit. Menurut Ali, serangan itu membuat milisi yang memerangi terorisme kehilangan kekuatan, dan bisa membuat ISIS bisa kembali melakukan konsolidasi dan merencanakan serangan baru.

Menurut sumber di pemerintahan AS, serangan itu adalah salah satu bentuk kebijakan tegas Presiden Joe Biden untuk membalas serangan terhadap fasilitas diplomatik. Namun, serangan yang dilakukan tetap terukur dan dalam skala kecil.

AS menuduh Iran menyusupkan milisi dan membantu persenjataan bagi kelompok bersenjata Syiah di Suriah. Mereka melihat keberadaan milisi pro-Iran di Suriah adalah ancaman bagi sejumlah negara sekutu mereka di Timur Tengah, terutama Israel.

(ayp/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK