Dituding Sebar Hoaks Pilpres AS, Fox News Digugat Rp23T

tim, CNN Indonesia | Sabtu, 27/03/2021 14:20 WIB
Untuk kali kedua, Fox News digugat oleh perusahaan teknologi pemungutan suara atas tuduhan menyebarkan disinformasi pada Pilpres AS 2020. Ilustrais pemungutan suara pada Pilpres AS 2020. (AFP/PHILIP FONG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan teknologi pemungutan suara Dominion Voting Systems yang terlibat di Pilpres AS 2020 menggugat Fox News atas pencemaran nama baik senilai US$1,6 miliar atau Rp23,06 Triliun

Dalam gugatan tersebut, Fox dituding ikut menyebarkan disinformasi untuk mendukung klaim kemenangan Donald Trump dalam Pilpres Amerika Serikat dan mempromosikan teori konspirasi atas Dominion.

"Fox mengambil api kecil dari disinformasi dan mengubahnya menjadi kebakaran hutan," kata Dominion dalam gugatannya seperti dilansir CNN.com Sabtu (27/3).


Fox, dalam gugatan itu, juga disebut menjual cerita palsu bahwa terjadi penipuan pemilu AS untuk memenuhi tujuan komersialnya sendiri. "Jika kasus ini tidak dikategorikan pencemaran nama baik oleh penyiar, maka tidak akan ada kasus lain yang bisa," lanjut Dominion.

Dalam gugatannya, Dominion juga secara khusus menyebut nama punggawa Fox seperti Maria Bartiromo, Tucker Carlson, Lou Dobbs, Sean Hannity, dan Jeanine Pirro.

Dominion adalah perusahaan teknologi pemungutan suara kedua yang mengajukan gugatan terhadap Fox.

Sebelumnya, pada Februari 2021, Smartmatic menggugat Fox sebesar US$2,7 miliar dengan tuduhan serupa. Rudy Giuliani, Sidney Powell dan para individu pembawa acara Fox juga turut jadi tergugat.

Meski demikian, Fox menyebut gugatan itu tanpa dasar dan bersumpah untuk membela diri habis-habisan di pengadilan, serta mengajukan mosi agar gugatan itu dibatalkan.

Untuk merespons berbagai tudingan kecurangan, Fox juga menyiarkan cek fakta poin dan menyanggah beberapa klaim penipuan pemilu yang mereka buat di masa Pilpres AS.

Tayangan cek fakta itu disiarkan setelah Smartmatic mengirim ancaman hukum kepada Fox.

Salah satu pembawa acara Fox pada bulan November lalu juga telah mewawancarai juru bicara Dominion yang menolak beberapa klaim liar tentang perusahaan.

(hrf/vws)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK