Prabowo dan Menhan AS Bahas Situasi Menantang di LCS

CNN Indonesia | Kamis, 01/04/2021 18:42 WIB
Menhan RI, Prabowo Subianto, berbincang dengan Menhan AS, Lloyd Austin III, untuk membahas situasi yang kian menantang di Laut China Selatan pada Rabu (31/3). Menhan RI, Prabowo Subianto, berbincang dengan Menhan AS, Lloyd Austin III, untuk membahas situasi yang kian menantang di Laut China Selatan pada Rabu (31/3). (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto, berbincang melalui telepon dengan Menhan Amerika Serikat, Lloyd Austin III, untuk membahas situasi yang kian menantang di Laut China Selatan pada Rabu (31/3).

"Menhan Austin dan Menhan Prabowo mendiskusikan kondisi keamanan di kawasan, termasuk situasi yang menantang di Laut China Selatan," kata juru bicara Kemenhan AS, John Kirby, dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Selain soal situasi di kawasan, keduanya juga berbicara soal kerja sama antara Indonesia dan AS yang mesti ditingkatkan dalam hal pertahanan.


"Menhan Austin menegaskan pentingnya pengembangan lebih lanjut hubungan pertahanan bilateral kedua negara serta menyoroti latihan utama antar angkatan darat, Garuda Shield, yang dijadwalkan pada Bulan Agustus, sebagai peluang untuk membangun interoperabilitas yang lebih besar antara angkatan bersenjata AS dan Indonesia," kata John.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengucapkan selamat kepada Austin atas pengangkatannya sebagai Menteri Pertahanan.

Austin juga menyampaikan belasungkawa atas serangan teroris yang baru-baru ini terjadi di Makassar dan Jakarta.

Belakangan, situasi di Laut China Selatan memang kian tak menentu, terutama sejak China meningkatkan kehadirannya di kawasan sengketa dengan negara tetangga, salah satunya Filipina.

Pada pekan lalu, Filipina menuding China melakukan invasi setelah 200 kapal milisi Negeri Tirai Bambu terlihat di daerah Kepulauan Spartly.

Reuters melaporkan bahwa coast guard Filipina sudah mendeteksi keberadaan kapal-kapal tersebut di Whitsun Reef, sekitar 320 kilometer dari Pulau Palawan, sejak 7 Maret lalu.

Rekaman video yang dirilis militer Filipina menunjukkan ratusan perahu tersebar di sekitar terumbu karang Hughes, Gaven, dan Whitsun.

Akibat insiden itu, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, dan Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Hermogenes Esperon, membicarakan manuver China di wilayah bersengketa itu lewat telepon hari ini.

Filipina menganggap kehadiran ratusan kapal China di perairan itu sebagai sebuah ancaman.

Filipina juga mengirim sejumlah jet tempur ke terumbu karang Whitsun yang dianggap masuk ke dalam Zona Eksklusif Ekonomi mereka untuk menggertak kapal-kapal itu.

(tst/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK