Belanda Setop Vaksin AstraZeneca Bagi Warga di Bawah 60 Tahun

CNN Indonesia | Jumat, 02/04/2021 23:30 WIB
Belanda menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca bagi warga berusia di bawah 60 tahun hingga 7 April 2021 menyusul kasus penggumpalan daerah. Belanda menghentikan sementera penggunaan vaksin AstraZeneca bagi warga berusia di bawah 60 tahun hingga 7 April 2021 menyusul kasus penggumpalan daerah. Ilustrasi. (REUTERS/DADO RUVIC).
Jakarta, CNN Indonesia --

Belanda menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca untuk warga berusia di bawah 60 tahun mulai Jumat (2/4). Hal itu dilakukan setelah rilis laporan terbaru mengenai vaksin menjadi penyebab penggumpalan darah yang jarang terjadi.

Berdasarkan laporan tersebut, tercatat lima kasus baru di Belanda yang berdampak pada penggumpalan wanita berusia antara 25 dan 65 tahun, salah satunya meninggal.

"Bijaksana untuk menekan tombol jeda sekarang sebagai tindakan pencegahan," kata Menteri Kesehatan Hugo de Jonge dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP.


De Jonge menerangkan penangguhan suntikan AstraZeneca akan berlangsung hingga 7 April ketika European Medicines Agency (EMA) diharapkan mengeluarkan rekomendasi baru tentang masalah tersebut.

ia mencatat Jerman telah mengambil keputusan serupa pada awal pekan ini/

Dewan Obat Belanda mengungkapkan masalah penggumpalan daerah mirip dengan yang terjadi di negara-negara Eropa lainnya.

"Ini tentu saja mengkhawatirkan. Tentunya, karena orang yang relatif muda telah meninggal," kata Ketua Dewan Direksi Ton de Boer dalam sebuah pernyataan.

Layanan kesehatan masyarakat GGD mengungkapkan sekitar 10.000 vaksinasi yang dijadwalkan minggu depan untuk petugas kesehatan Belanda yang berusia di bawah 60 tahun telah ditunda.

"Penyebab langsung keputusan itu adalah laporan kasus trombosis ekstensif yang dikombinasikan dengan jumlah trombosit yang rendah setelah vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca," terangnya.

Pada Rabu lalu, EMA menyatakan yakin suntikan AstraZeneca aman dan para ahli tidak menemukan faktor risiko khusus seperti usia, jenis kelamin atau riwayat medis.

Namun, regulator yang berbasis di Amsterdam bakal merilis "rekomendasi terbaru" setelah komite keselamatan bertemu minggu depan.

Sebelumnya, sejumlah negara juga membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca. Perancis dan Kanada membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca hanya untuk warga di atas 55 tahun.

Kemudian, Spanyol membatasi penggunaan vaksin hanya untuk warga di bawah 65 tahun. Sementara, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan vaksin AstraZeneca aman digunakan.

(afp/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK