Biden Berduka atas Tewasnya Polisi di Serangan Gedung Capitol

CNN Indonesia | Sabtu, 03/04/2021 05:05 WIB
Presiden AS Joe Biden menyampaikan rasa bela sungkawa atas tewasnya seorang petugas kepolisian karena ditabrak di barikade utara Gedung Capitol AS. Presiden AS Joe Biden menyampaikan rasa bela sungkawa atas tewasnya seorang petugas kepolisian karena ditabrak di barikade utara Gedung Capitol AS. (AP/Matt Rourke).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan ibu negara Jill Biden berduka atas meninggalnya seorang polisi karena diserang di barikade utara Gedung Capitol. Serangan itu juga membuat seorang petugas luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

"Jill dan saya bersedih mengetahui serangan brutal pada pos pemeriksaan keamanan di area Capitol AS, yang menewaskan polisi Capitol William Evans dan membuat petugas lainnya berjuang untuk hidup," ujar Biden dalam pernyataan yang dilansir AFP, Sabtu (3/4).

Ia menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga Evans dan setiap orang yang kehilangannya.


Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang menyebut Evans sebagai pahlawan.

"Ia (Evans) adalah martir demokrasi kita. Semoga menjadi penghiburan bagi keluarga bahwa begitu banyak yang berduka bersama mereka dan berdoa untuk mereka di saat yang menyedihkan ini," ujarnya dalam cuitan @SpeakerPelosi.

Sebagai informasi, peristiwa nahas itu terjadi saat seorang pria menabrakkan mobil sedan berwarna biru ke dua orang petugas kepolisian Capitol sekitar pukul 13.00 siang, Jumat (2/4).

Insiden itu menyebabkan seorang polisi meninggal dan seorang lainnya luka-luka. Pelaku sendiri tewas ditembak aparat saat keluar dari kendaraan sambil memegang sebilah pisau. Ia meninggal di rumah sakit sekitar pukul 13.30 siang.

Sumber CNN dari aparat penegak hukum menyebut pelaku yang sempat dibawa ke rumah sakit itu teridentifikasi bernama Noah Green

Kejadian itu sempat membuat seluruh area Gedung Capitol dikunci di mana seluruh pegawai tidak diperkenankan untuk keluar dan masuk. Selang beberapa jam, lockdown diangkat setelah petugas memastikan tidak ada ancaman eksternal lain.

Saat ini, proses investigasi masih berlangsung.

(afp/sfr)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK