Filipina Panggil Dubes China, Protes Ratusan Kapal di LCS

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 18:45 WIB
Kemlu Filipina memanggil Duta Besar China di Manila untuk menyampaikan protes atas keberadaan ratusan kapal Beijing di perairan mereka di Laut China Selatan. Ilustrasi kapal di LCS. (AFP/Ted Aljibe)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Filipina memanggil Duta Besar China di Manila, Huang Xilian, untuk menyampaikan protes atas keberadaan ratusan kapal Beijing di wilayah perairan mereka di Laut China Selatan.

Kemlu Filipina menyatakan bahwa mereka memanggil Huang pada awal pekan ini untuk menyatakan "ketidaksenangan" Manila atas pergerakan kapal-kapal China di Gugus Karang Whitsun yang menjadi rebutan Beijing dan Manila.

"Kami mengulangi permintaan agar semua kapal China pergi segera dari perairan Filipina," demikian pernyataan Kemlu Filipina tersebut pada Selasa (13/4).


Menlu Filipina, Teodoro Locsin, mengatakan bahwa sembilan kapal China masih berdiam di Whitsun Reef. Ia juga mengatakan banyak perahu China lainnya yang tersebar di Kepulauan Spratly.

Angkatan Bersenjata Filipina bahkan telah mengirim sejumlah pesawat tempur ringan untuk menggertak ratusan kapal China di perairan tersebut.

"Ayo, waktunya pergi," kata Locsin melalui kicauan di Twitter merujuk pada kapal-kapal China.

Ia kemudian menulis, "Meski mungkin merupakan zona tangkap ikan tradisional, tradisi harus tunduk pada hukum."

Locsin melontarkan pernyataan ini setelah sebanyak 200 kapal nelayan China tertambat di gugus karang Whitsun yang termasuk dalam Zona Eksklusif Ekonomi (ZEE) Filipina.

Selain Filipina, Vietnam juga merasa risih dengan kehadiran ratusan kapal nelayan China itu. Vietnam juga telah mengerahkan kapal perangnya ke perairan itu untuk memantau pergerakan kapal China.

[Gambas:Video CNN]

Pada 2019, Filipina juga pernah memanggil dubes China di Manila setelah kapal Tiongkok menenggelamkan kapal nelayan Filipina di Reed Bank.

China terus mengabaikan keputusan Mahkamah Arbitrase Internasional pada 2016 yang menyatakan klaim historisnya atas sebagian besar kawasan Laut China Selatan tidak berdasar.

Beijing tetap membangun instalasi militer di sejumlah kawasan Laut China Selatan dan bahkan mengerahkan ratusan kapal penangkap ikan dan kapal milisi ke berbagai area di perairan itu demi menegaskan klaimnya.

Amerika Serikat, sekutu utama Filipina dan musuh China, memperingatkan Beijing terkait keagresifan mereka di Laut China Selatan.

(rds/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK