WHO Ungkap Lonjakan Kasus Corona, Dunia Diminta Jangan Lengah

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 12:20 WIB
WHO memperingatkan pandemi belum berakhir dan jumlah kasus infeksi dan kematian akibat virus corona di dunia justru meningkat. Ilustrasi pemakaman pasien virus corona di Rusia. (AP/Kirill Zykov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan situasi pandemi belum berakhir dan jumlah kasus infeksi dan kematian akibat virus corona di dunia justru meningkat.

WHO mencatat jumlah kematian akibat Covid-19 selama empat pekan meningkat. Begitu juga dengan lonjakan kasus yang naik dalam tujuh pekan terakhir.

Kepala Teknis WHO, Maria van Kerkhove, mengatakan pekan lalu tercatat 4,4 juta infeksi Covid-19 secara global. Ia juga menyampaikan keprihatinannya tentang tren kasus global itu.


"Ini bukanlah situasi yang kami inginkan dalam 16 bulan selama pandemi, yang mana kami telah membuktikan langkah-langkah pengendalian. Ini waktunya setiap orang harus memeriksa kenyataan tentang apa yang perlu kami lakukan," katanya dalam konferensi pers, seperti dikutip CNN.

Menurut penuturan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, beberapa negara di Asia dan Timur Tengah telah mengalami peningkatan kasus infeksi corona yang signifikan.

Ia menyebut kebingungan, kepuasan diri dan inkonsistensi tindakan di tengah masyarakat menjadi faktor utama lonjakan kasus.

Lonjakan kasus itu terjadi, meski lebih dari 78 juta dosis vaksin corona diberikan di seluruh dunia. Tedros mengungkapkan walaupun vaksin merupakan salah satu cara meredam pandemi, tetapi bukan satu-satunya langkah untuk menekan lonjakan kasus.

Tedros menekankan bahwa langkah-langkah kesehatan masyarakat yakni pemakaian masker, menjaga jarak, ventilasi, kebersihan tangan, pengawasan, pengujian, penelusuran dan isolasi dapat menghentikan infeksi virus corona dan menyelamatkan nyawa.

"Diperlukan pendekatan yang konsisten, terkoordinasi dan komprehensif," ujarnya.

Jumlah kasus infeksi Covid-19 di India selama sepekan terakhir menjadi yang tertinggi sepanjang pandemi. Padahal di di saat bersamaan negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang ini menggelar program vaksinasi.

Negara itu melaporkan 161.736 kasus infeksi baru virus corona pada Selasa lalu. Angka itu menurun setelah enam hari berturut-turut mengalami kenaikan, menurut penghitungan CNN berdasarkan data Kementerian Kesehatan India.

Total kasus Covid-19 di India mencapai lebih dari 13,5 juta, tertinggi kedua setelah Amerika Serikat dengan hampir 170 ribu kematian.

Iran yang memiliki jumlah kasus dan kematian tertinggi di Timur Tengah memasuki gelombang keempat pandemi pada pekan lalu.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Iran, jumlah kasus Covid-19 di negara itu mencapai 2 juta orang sejak awal pandemi, dengan lebih dari 4.200 pasien saat ini dirawat di ruang perawatan intensif.

Di Brasil, penyebaran kasus virus corona semakin tidak terkendali. Pada Selasa kemarin, 4.195 orang meninggal dalam kurun 24 jam. Mereka menyebut itu merupakan hari paling mematikan akibat pandemi di negara itu.

Sementara negara bagian Sao Paulo dan kota Rio de Janeiro merupakan kota dengan tingkat kematian paling tinggi akibat Covid-19. Pemerintah kedua wilayah justru melonggarkan pembatasan pergerakan pada Senin (12/4) lalu.

Pemerintah negara bagian Sao Paulo kembali mengizinkan kegiatan belajar mengajar di sekolah, olahraga dengan menunjukkan tingkat keterisian rumah sakit di kedua negara bagian tersebut turun dari 90,5 persen menjadi 88,6 persen.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, di kota Rio de Janeiro, tingkat keterisian ruang perawatan intensif lebih tinggi, yakni 92 persen. Namun, Walikota Rio de Janeiro, Eduardo Paes, tetap memutuskan untuk melonggarkan pembatasan.

(ayp/ayp/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK