Iran Perkaya Uranium 60 Persen usai Situs Nuklir Disabotase

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 10:37 WIB
Iran mengumumkan bakal memperkaya uranium hingga 60 persen pada Selasa (13/4), dua hari setelah insiden sabotase di situs nuklir mereka di Natanz. Ilustrasi. (AFP/Hamed Malekpour)
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengumumkan bakal memperkaya uranium hingga 60 persen pada Selasa (13/4), dua hari setelah insiden sabotase di situs nuklir mereka di Natanz.

Kantor berita Iran, IRNA, melaporkan bahwa Iran sudah mengirimkan surat resmi ke Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai keputusan untuk pengayaan uranium tersebut.

"Wakil Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi, dalam surat kepada IAEA mengumumkan bahwa Iran akan mulai pengayaan [uranium] hingga 60 persen," demikian pemberitaan IRNA.


Meski belum ada penjelasan detail waktu pengayaan itu dimulai, keputusan ini memicu kekhawatiran negara-negara lain, terutama yang terlibat dalam perjanjian nuklir Iran.

Berdasarkan perjanjian yang disepakati pada 2015 tersebut, Iran hanya boleh memperkaya uranium hingga 3,67 persen. Angka ini jauh dari yang diperlukan mengembangkan senjata nuklir, yaitu 90 persen.

Iran sendiri sudah terus memperkaya uranium sejak Amerika Serikat di bawah komando Donald Trump keluar dari perjanjian nuklir secara sepihak.

[Gambas:Video CNN]

Kini, IRNA mengumumkan bahwa Iran juga akan "menambah 1.000 alat sentrifugasi dengan kapasitas tambahan 50 persen mesin yang ada di Natanz untuk mengganti yang rusak" dalam insiden pada Minggu lalu.

Jaringan listrik di fasilitas pengayaan uranium bawah tanah itu padam total pada akhir pekan lalu. Insiden itu diduga terjadi akibat sabotase.

Iran menuding Israel sebagai dalang dari aksi sabotase situs nuklir di Natanz tersebut. Mereka pun berjanji akan membalas Israel.

"Kami akan membalas perbuatan Zionis (Israel)," kata Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, seperti dikutip Reuters, Selasa (13/4).

(has/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK