PBB Takut Kisruh Myanmar Berubah Jadi Perang Sipil Bak Suriah

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 15:51 WIB
Kantor Komisioner Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa khawatir kerusuhan di Myanmar pasca kudeta militer berubah jadi perang sipil. Perlawanan rakyat Myanmar melawan junta militer. (REUTERS/STRINGER)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kantor Komisioner Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) khawatir kerusuhan di Myanmar pasca kudeta militer lambat laun berubah menjadi perang sipil.

Komisaris Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet, membandingkan situasi di Myanmar saat ini dengan awal mula perang sipil di Suriah terjadi.

"Saya khawatir situasi di Myanmar saat ini akan mengarah kepada konflik besar-besaran. Negara tidak boleh membiarkan kesalahan mematikan di masa lalu yang terjadi di Suriah terulang di tempat lain," kata Bachelet di Jenewa pada Selasa (13/4).


Bachelet mendesak militer Myanmar menghentikan "pembantaian" terhadap warga sipil, terutama pedemo anti-junta.

Menurut kelompok aktivis Myanmar, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), lebih dari 710 orang telah tewas akibat bentrokan antara aparat dan demonstran sejak kudeta berlangsung pada 1 Februari lalu.

Dilansir Reuters, Bachelet juga mencatat sudah ada lebih dari 3.080 orang ditahan sejak pengambilalihan kekuasaan sipil tersebut. Ia mengatakan junta militer juga telah memvonis 23 orang dengan hukuman mati melalui persidangan yang berlangsung diam-diam.

Meski aparat keamanan semakin brutal menindak para pedemo anti-junta militer, gerakan pemberontakan sipil menentang kudeta militer terus bergema di penjuru Myanmar.

Tak hanya warga sipil, setidaknya sepuluh kelompok milisi etnis terbesar di Myanmar mendeklarasikan dukungan mereka kepada rakyat dalam melawan junta militer.

Pemimpin kelompok Dewan Restorasi Negara Bagian Shan, Yawd Serk, mendeklarasikan dukungan itu dalam pertemuan virtual milisi Myanmar pada awal April lalu.

Bentrok antara kelompok milisi etnis dan aparat keamanan juga sempat terjadi di pelosok Myanmar, di mana junta militer meluncurkan gempuran ke sejumlah desa yang dikuasai beberapa milisi etnis pada akhir Maret lalu.

Anak-anak dilaporkan ikut tewas dalam serangan udara yang diluncurkan militer Myanmar tersebut.

(rds/dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK