Eks Polwan AS yang Tembak Warga Kulit Hitam Jadi Tersangka

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 09:18 WIB
Mantan polwan AS, Kimberly 'Kim' Potter, yang menembak warga kulit hitam di Minneapolis menjadi tersangka pembunuhan tidak disengaja. Ilustrasi penjara. (Istockphoto/menonsstocks)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang mantan polisi wanita, Kimberly 'Kim' Potter, di Kota Brooklyn Center, Minnesota, Amerika Serikat menjadi tersangka kasus pembunuhan tidak disengaja setelah menembak seorang warga kulit hitam, Darren Wright (20).

Dilansir Reuters, Kamis (15/4), Potter yang berusia 48 tahun ditahan oleh penyidik Biro Kejahatan Minnesota setelah menjalani pemeriksaan kemarin. Dia lantas dikirim ke Penjara Hennepin County dan tidak boleh dibebaskan dengan uang jaminan.

Penyidik menjerat Potter dengan delik pembunuhan tidak disengaja tingkat dua. Di dalam persidangan jaksa harus bisa membuktikan bahwa Potter lalai dan ceroboh karena menggunakan pistol dan bukan senjata kejut listrik (taser) untuk melumpuhkan Wright.


Jika terbukti bersalah, Potter terancam hukuman penjara maksimal selama 10 tahun.

Potter dan atasannya, Kepala Kepolisian Tim Gannon, memutuskan mengundurkan diri setelah kejadian itu.

Potter adalah salah satu opsir polisi yang berada di lapangan ketika memberhentikan Wright dengan alasan melanggar aturan lalu lintas pada akhir pekan lalu. Menurut keterangan saksi, Wright dihentikan karena menggantung pengharum kabin mobil di kaca spion tengah.

Menurut Gannon, saat itu Potter tengah melatih seorang polisi muda.

Dalam rekaman video, rekan Potter meminta Wright keluar dari mobilnya. Potter lantas mencoba membantu rekannya yang akan memborgol Wright yang akan ditangkap karena kasus kejahatan lain.

Akan tetapi, saat itu Wright berontak dan mencoba kabur. Potter kemudian mencabut pistol dan menembak ke arah tubuh Wright.

Di dalam rekaman itu terlihat Potter membuang pistol setelah Wright melarikan mobilnya.

Gannong mengatakan Potter saat itu melakukan kekeliruan karena malah mencabut pistol dan bukan taser. Padahal saat kejadian, rekannya di lapangan meminta Potter menembakkan senjata kejut listrik untuk melumpuhkan Wright.

Kejadian itu memicu aksi unjuk rasa di Brooklyn dan Minnesota. Para pedemo dibakar amarah karena menduga Wright meninggal akibat kekerasan yang dilakukan polisi, dan mengingatkan mereka terhadap mendiang warga kulit hitam, George Floyd, yang meninggal akibat kekerasan aparat kepolisian.

Kematian Wright menambah daftar warga kulit hitam yang meninggal di negara bagian itu, selain Philando Castile pada 2016 dan Floyd pada tahun lalu.

Peristiwa kematian Wright memicu aksi unjuk rasa di kota itu. Demonstrasi itu berlangsung hingga tiga hari dan sempat terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian.

(ayp/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK