Heboh Tarian Twerking di Peluncuran Kapal Perang Australia

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 16:09 WIB
Peluncuran kapal perang Australia HMAS Supply dihebohkan oleh penampilan sejumlah wanita berpakaian mini menari twerking. Ilustrasi militer Australia. (AFP/MOHAMMED JALIL)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peluncuran kapal perang Australia HMAS Supply dihebohkan oleh penampilan sejumlah wanita berpakaian mini menari twerking.

Sebanyak tujuh wanita mengenakan celana pendek hitam, crop top merah, dan baret melakukan tarian twerking di depan kapal HMAS Supply, menurut video yang ditunjukkan oleh media Australia ABC, Rabu (14/4).

Twerking merupakan gerakan tari yang provokatif secara seksual.



Acara yang digelar Angkatan Laut Australia itu turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Video itu menjadi viral dan menuai kritik karena dinilai tidak pantas, terlalu cabul untuk acara formal.

Grup penari 101 Doll Squadron memang disewa oleh Angkatan Laut Australia untuk tampil dalam peluncuran HMAS Supply di Garden Island, Sydney, pada Sabtu (10/4).

Kelompok tari tersebut menuduh ABC telah melakukan manipulasi video. Akibatnya, mereka merasa "tidak aman" dan secara pribadi diserang.

"Kami sangat kecewa dengan pengeditan menipu ABC atas video tamu dan pejabat tidak hadir, dan diambil dari sudut yang tidak dapat dilihat oleh orang," kata mereka dilansir dari Guardian.

Seperti dikutip dari Reuters, juru bicara Australian Defence Force mengatakan ABC mengedit video itu seolah-olah penari tampil di depan para pejabat termasuk Gubernur Jenderal David Hurley, perwakilan Ratu Elizabeth di Australia. Padahal, Hurley belum tiba saat aksi itu berlangsung.

Dalam sebuah pernyataan, ABC meminta maaf atas insiden itu. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada Gubernur Jenderal dan Kepala Angkatan Laut.

Mereka mengatakan telah memperbarui video yang memperlihatkan fakta bahwa Gubernur Jenderal dan Kepala Angkatan Laut tidak hadir saat aksi tari twerking berlangsung.

Perdana Menteri Scott Morrison juga angkat suara atas kejadian itu. Dia mengaku kecewa atas kesalahan pelaporan yang telah menyesatkan banyak orang.

(dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK